MAKLUMAT — Umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dengan penuh sukacita, termasuk warga Iran, meskipun di tengah situasi peperangan melawan Amerika Serikat (AS) dan Zionis Israel. Bahkan, masyarakat Iran juga di waktu bersamaan memperingati Nowruz alias Tahun Baru Persia.
Cerita tersebut disampaikan salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah berada di Teheran, Agiel Laksamana Putra.
Momentum Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah yang berbarengan dengan peringatan Nowruz juga membuat warga setempat sebagian besar melakukan berbagai kegiatan hingga liburan, meskipun dalam situasi di tengah peperangan melawan AS dan Zionis Israel.
“(Warga Iran) pada sibuk liburan Nowruz,” ucap Agiel singkat ketika dihubungi Maklumat.id, Sabtu (21/3/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah Iran menetapkan libur resmi untuk peringatan Nowruz selama dua pekan, yakni sepekan sebelumnya dan sepekan setelahnya.
Umumnya, masyarakat Iran melakukan liburan ketika memperingati Nowruz sehingga pusat kota Teheran relatif sepi ketika perayaan tersebut.
“Di teheran menjelang Nowruz kotanya sepi. Mereka biasanya liburan ke utara Iran, karena geografis dan alamnya yang lebih indah, juga cuacanya yang lebih tropis, daerah utara iran jadi pilihan. Bahkan ada cerita-cerita yang beredar, di Teheran masyarakat lebih memilih ngontrak rumah asalkan punya villa di utara Iran yang bisa mereka singgahi di musim libur,” ungkapnya.
Pawai Takbir Idulfitri Justru Semakin Masif
Di sisi lain, menyambut Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah meskipun di tengah peperangan, Agiel menilai justru antusiasme dan euforia masyarakat setempat semakin tinggi.
Namun salah satu perbedaannya pada Idulfitri tahun ini misalnya terkait petasan dan kembang api atau semacamnya yang dilarang, karena alasan keamanan.
“Semakin tinggi euforianya, meskipun perayaannya seperti menyalakan petasan sekarang dilarang, karena alasan keamanan ya, sistem pertahanan udara (untuk mengantisipasi serangan udara AS dan Israel) gampang aktif sekarang,” kata pemuda asal Burneh, Bangkalan itu.
Yang menarik, menurut Agiel, justru ketika pawai takbiran keliling yang menurutnya lebih masif dibandingkan tahun sebelumnya ketika ia pertama kali menginjakkan kaki di negeri para mullah itu.
“Kalau tahun-tahun tanpa perang gak ada pawai takbiran keliling gitu, atau mungkin ada tapi gak begitu banyak,” selorohnya.
“Masa perang ini (justru) pawai menjelang lebaran semakin masif, takbir, ucapan dukungan ke pemerintah dan celaan ke musuh (AS dan Israel) semakin digaungkan tiap malam,” sambung pemuda yang kini tengah menempuh studi S2 di Ahlul Bayt University Tehran itu.
Tak cuma itu, suasana jual-beli di pasar-pasar juga semakin ramai menjelang lebaran Idulfitri 1447 Hijriah kali ini, terlebih momentumnya yang bertepatan dengan peringatan Nowruz.
Sementara itu, para WNI di Teheran melakukan Salat Idulfitri secara khusyuk dan khidmat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran pada Jumat, 20 Maret 2026.

Saling Serang Masih Terjadi di Tengah Lebaran
Lebih lanjut, Agiel menyebut selama momentum Idulfitri dan Nowruz ini aksi jual-beli serangan antara “koalisi” AS dan Israel dengan Iran masih terus berlanjut.
Beberapa dentuman ledakan menurutnya masih terdengar, menandakan adanya serangan dari AS maupun Israel. Namun, ia mengaku saat ini sudah cukup bisa membedakan serangan mana yang berhasil ditahan oleh sistem pertahanan udara Iran, serta serangan mana yang gagal ditahan dan lolos menghantam wilayah negara tersebut.
Biasanya, suara dentuman yang cukup jauh dan tidak disertai dengan getaran tanah menandakan serangan tersebut berhasil diintersep pertahanan udara Iran. Sementara dentuman yang disertai dengan getaran tanah beberapa saat, biasanya merupakan bom yang gagal diintersep dan meledak di dataran Iran.
Meski saling serang masih terjadi dan belum ada tanda-tanda perang bakal segera berakhir, ia menilai situasi di kota-kota Iran, terutama di Teheran masih relatif aman dan terkendali.
“Masih (terdengar ledakan), biasanya tiap malam terdengar beberapa kali dentuman. (Situasi) Masih aman sih, dominan ketahan sama sistem pertahanan udara di Teheran. Meski ada beberapa yang lolos juga,” jelas Agiel.













