Cuaca Idulfitri 1447 Hijriah: Potensi Hujan Menguat, Waspada Kondisi Ekstrem!

Cuaca-Idulfitri-2026

MAKLUMAT — Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diprediksi mendominasi periode 20–25 Maret 2026, disertai angin kencang di sejumlah wilayah, di tengah dinamika atmosfer pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi secara luas. Namun, peningkatan intensitas menjadi sedang hingga lebat berpotensi melanda Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, hingga wilayah Kalimantan dan Papua.

BMKG dalam prakiraan cuaca dikutip pada Jumat (20/3/2026), menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua Selatan. Memasuki 23–25 Maret 2026, pola hujan diperkirakan masih berlanjut. Peningkatan curah hujan berpotensi terjadi di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, dengan tambahan ancaman angin kencang di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Atmosfer Dinamis, Hujan Meningkat

BMKG menjelaskan, kondisi atmosfer dalam sepekan ke depan masih sangat dinamis. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial memperkuat pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur.

Wilayah terdampak mencakup Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Baca Juga  BMKG Prakirakan Kondisi Cuaca Idulfitri 2026 Berawan hingga Hujan Sedang

Sementara itu, sebagian wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan diperkirakan relatif lebih kering akibat anomali radiasi gelombang panjang (OLR) positif yang menghambat pembentukan awan.

Faktor lain yang memperkuat potensi hujan adalah keberadaan Siklon Tropis Narelle di utara Australia, yang memicu terbentuknya pola belokan dan pertemuan angin di wilayah selatan Indonesia.

Imbauan Mudik: Waspada dan Jaga Kondisi

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, terutama selama arus mudik Lebaran.

Pengendara diminta berhati-hati terhadap hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, yang berisiko mengganggu perjalanan darat, laut, maupun udara.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca panas, dengan memperbanyak konsumsi air, menghindari paparan sinar matahari langsung, serta menggunakan pelindung seperti topi atau payung.

BMKG menekankan pentingnya memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi guna mengantisipasi perubahan cuaca yang cepat selama masa peralihan musim.***