Kemiskinan Jember 2025 Turun ke 8,67 Persen, Terendah dalam 10 Tahun

MAKLUMAT – Kabupaten Jember mencatat penurunan angka kemiskinan pada 2025. Berdasar data pemerintah daerah, tingkat kemiskinan berada di angka 8,67 persen atau sekitar 216.760 jiwa.

Capaian itu disebut sebagai yang terendah dalam satu dekade terakhir. Angka tersebut juga berada di bawah rata-rata Jawa Timur yang tercatat sebesar 9,50 persen.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan bahwa capaian itu merupakan hasil dari intervensi lintas sektor yang dilakukan pemerintah daerah. ”Fokus kami mengurangi beban pengeluaran warga sekaligus meningkatkan pendapatan per kapita melalui 43 kegiatan lintas sektor,” ujar Fawait, Senin (6/4/2026).

Selain indikator kemiskinan, pemerintah daerah juga mencatat peningkatan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada 2025, IPM Jember mencapai 71,57, meningkat dari 69,20 pada tahun sebelumnya.

Menurut Fawait, kenaikan IPM didorong oleh perbaikan pada komponen standar hidup layak, yang tercermin dari meningkatnya daya beli masyarakat sebesar 4,18 persen. Pemerintah daerah juga mencatat penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perluasan lapangan kerja.

Di bidang pendidikan, peningkatan terlihat pada Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang tumbuh dari 0,31 persen menjadi 1,53 persen. Sementara itu, sektor kesehatan menunjukkan penurunan prevalensi stunting dari 30,4 persen pada 2024 menjadi 20,1 persen pada 2025.

Baca Juga  Diikuti 8 Parpol, Bakesbangpol Jember Verifikasi Proposal Banpol 2026: Tekankan Akuntabilitas

Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jember juga dilaporkan mencapai 99,46 persen. Pemerintah daerah menyebut capaian itu mendekati kondisi cakupan kesehatan semesta.

Fawait menambahkan, pemerintah daerah akan tetap memprioritaskan wilayah dengan capaian IPM rendah melalui program rehabilitasi sarana pendidikan serta penyaluran bantuan sosial.

”Kami ingin memastikan pemerataan pembangunan, terutama di wilayah yang masih tertinggal,” katanya. (SPT)