Pidato Prabowo Singgung PDI-P: Akui Hatinya Pilu hingga Cerita soal Tender

pidato prabowo

MAKLUMAT — Pidato Prabowo Subianto hari ini di Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Terkait KEM dan PPKF RAPBN 2027 menyinggung hubungan pemerintah yang ia pimpin dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya kepada partai-partai yang berada di luar pemerintahan. Menurut Prabowo, keberadaan oposisi tetap dibutuhkan dalam sistem demokrasi karena menjadi bagian dari mekanisme pengawasan terhadap pemerintah.

“Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances,” ujarnya, melansir siaran langsung dari Kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (20/5/2026).

Prabowo secara khusus menyinggung posisi PDI-P yang berada di luar pemerintahan. Ia menilai keputusan tersebut merupakan bentuk pengorbanan demi menjaga demokrasi. Prabowo juga mengakui bahwa kritik yang disampaikan partai oposisi kerap keras, tetapi ia menganggap pengawasan tetap penting bagi jalannya pemerintahan.

“Memang maunya saya itu gotong-royong. Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya, alangkah manisnya untuk saya. Tapi, mungkin tidak baik,” ujarnya.

Ia mengatakan setiap pemimpin harus siap menerima kritik dan setiap eksekutif perlu diawasi. Menurutnya, kritik yang disampaikan pihak luar pemerintah sering kali menjadi pengingat agar kebijakan tetap berjalan pada jalurnya.

Baca Juga  PM Malaysia Anwar Ibrahim Sebut AS Langgar Hukum Internasional, Netizen Senggol Presiden Prabowo Subianto

“Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur pilu hati saya. Ini anggota PDI-P ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu. Tapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya,” katanya.

Cerita Prabowo soal Tender

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengungkapkan pengalamannya saat memimpin pemerintahan. Ia mengatakan sejumlah menteri pernah meminta petunjuk ketika menghadapi proyek atau tender yang melibatkan pihak dengan latar belakang politik tertentu.

Namun, Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin proses pengambilan keputusan dipengaruhi afiliasi politik. Menurutnya, pemerintah harus tetap memberi ruang yang sama kepada pihak yang memang memenuhi syarat dan memenangkan proses secara benar.

“Menteri-menteri minta petunjuk, ‘Pak, ini bagaimana, Pak? Ada proyek, ada tender, tapi ini di belakangnya PDI-P.’ Tapi apa jawaban saya? Apa jawaban saya? Tidak ada masalah. Kalau dia menang, dia menang saja. Jangan kita lihat latar belakangnya,” ujarnya.

Ia kemudian mengenang pengalamannya ketika masih di luar pemerintahan. Ia menyebut Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri juga membantu dirinya dalam urusan ekonomi. Pengalaman itu menjadi contoh yang kini dipegang saat memimpin pemerintahan.

Ia mengatakan Megawati pernah meminta agar proyek yang dimenangkan dirinya tidak diganggu hanya karena faktor politik. Prabowo mengaku menerapkan prinsip serupa sebagai presiden dengan menempatkan hasil dan aturan sebagai dasar keputusan.

Baca Juga  BBM Sulit Berbulan-bulan, Said Didu Pertanyakan Pujian Prabowo untuk Bahlil

“Saya mau terbuka. Saya enggak berkuasa waktu itu alias lontang-lantunglah. Ibu Megawati Soekarnoputri intervensi, mengatakan, ‘Kalau memang Prabowo yang menang tender itu jangan diganggu, diteruskan.’ Saya sekarang mengikuti contoh beliau. Saya sekarang presiden,” ceritanya.