Iran dan AS Capai Kesepakatan Damai, MoU Bakal Diteken di Swiss Hari Jumat

Ilustrasi bendera Iran dan AS. (diolah menggunakan Gemini)

MAKLUMAT — Kesepakatan perdamaian tercapai antara Iran dan Amerika Serikat (AS), usai konflik bersenjata yang telah berlangsung selama lebih dari 100 hari sejak perang meletus pada 28 Februari 2026 lalu. Nota kesepahaman (MoU) akan ditandatangani di Swiss pada Jumat mendatang.

Dilansir dari PressTV, Pusat komando utama angkatan bersenjata Iran mengklaim telah berhasil memaksakan “kehendak bangsa Iran kepada musuh”.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Senin pagi (15/6/2026), Markas Besar Khatam al-Anbiya memuji rakyat Republik Islam Iran yang tangguh atas kemenangan gemilang mereka, serta memuji mereka yang bertugas di angkatan bersenjata maupun front perlawanan, atas “tekad yang tak tergoyahkan” mereka.

“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan di bawah komando Pemimpin Revolusi Islam, rakyat Iran dan para pejuangnya telah membuktikan bahwa musuh-musuh Amerika dan Zionis yang hina tidak punya pilihan selain menerima kekalahan dan menyerah,” bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari PressTV.

Kesepakatan Tercapai, MoU Diteken Jumat di Swiss

Pernyataan tersebut disampaikan tak lama setelah Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan terselesaikan dan tercapainya nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan AS, yang kemudian akan ditandatangani secara resmi pada Jumat mendatang di Swiss.

Baca Juga  Iran Klaim Tembak Kapal AS, Umumkan Zona Kontrol Maritim Baru di Selat Hormuz

Dalam pernyataan yang dimuat oleh media lokal pada Senin dini hari, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengkonfirmasi bahwa teks MoU Islamabad telah diselesaikan. “Penandatanganan resmi nota kesepahaman Islamabad akan berlangsung pada hari Jumat di Swiss,” katanya.

“Mulai malam ini, blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan diakhiri,” tambah Gharibabadi, menyatakan “pengakhiran segera dan permanen perang dan operasi militer di berbagai front, termasuk Lebanon.”

Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, sebagai negara mediator dalam perundingan tersebut, mengumumkan bahwa “kesepakatan damai” antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai setelah “negosiasi intensif.”

Sharif menyatakan bahwa berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.

Trump: Semua Presiden Gagal Sebelum Saya

Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa kesepakatan yang tercapai antara Washington dan Teheran mencakup pembukaan Selat Hormuz dari blokade Iran, hingga pencabutan blokade Angkatan Laut AS di sekitar wilayah tersebut.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak! Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!” tulis Trump dalam unggahannya di platform Truth Social.

Baca Juga  Ketua MPR Ahmad Muzani: Ide Trump Sama Saja Mengusir Rakyat Palestina dari Tanah Airnya

Trump mengklaim kesepakatan tersebut bakal membawa perdamaian dan keamanan ke seluruh kawasan. Bahkan ia memuji dirinya sendiri sebagai satu-satunya sosok pemimpin yang mampu mencapai kesepakatan damai yang sangat penting dengan Iran.

“Kesepakatan besar ini akan membawa perdamaian dan keamanan ke seluruh kawasan. Banyak presiden telah mencoba untuk berdamai dengan Iran, dan semuanya gagal sebelum saya. Para pemimpin kawasan, untuk pertama kalinya, telah menemukan seorang presiden yang dapat membantu mereka mencapai perdamaian sejati,” kata dia.

Trump juga mengonfirmasi penandatanganan yang bakal dilansungkan pada Jumat mendatang. “Dengan dibukanya Selat setelah penandatanganan kesepakatan pada hari Jumat, untuk tujuan pembersihan ranjau, minyak akan mengalir di kedua ujungnya lagi untuk kawasan ini, dan dunia!” tandasnya.