Wakil Ketua PWM Jatim: di Muhammadiyah Sudah Tidak Ada Partai Anak Kandung dan Sebagainya

Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr M Sulthon Amin MM, saat menyampaikan sambutan dalam Rakor LHKP PWM Jatim sekaligus Resepsi Milad ke-3 Maklumat.id di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Ahad (14/6/2026). (Foto: Ubay NA/ IST)

MAKLUMAT — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr M Sulthon Amin MM, menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap menjaga jarak yang sama dengan semua unsur partai politik.

Hal itu ia tegaskan ketika menyampaikan sambutan dalam Rakor LHKP PWM Jawa Timur sekaligus Resepsi Milad ke-3 Maklumat.id yang digelar di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, pada Ahad (14/6/2026).

Banyaknya kader Muhammadiyah yang berdiaspora dan berkiprah di politik praktis melalui berbagai partai politik saat ini, kata dia, menunjukkan bahwa tidak ada partai yang dianggap sebagai “anak kandung” ataupun lain sebagainya.

Ia juga menegaskan bahwa secara organisasi Muhammadiyah tidak berpolitik praktis dan menjaga jarak yang sama dengan seluruh partai politik. Meskipun begitu, Muhammadiyah konsisten mendelegasikan kader-kader terbaiknya untuk berkiprah di ranah politik dan mengabdikan diri bagi bangsa dan negara, dengan semangat serta nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah.

“Sekarang di Muhammadiyah sudah tidak ada partai anak kandung, atau saudara tiri, atau dari besan, atau apa pun, itu sudah tidak ada. Muhammadiyah sudah diaspora,” tandasnya.

Pesan untuk Para Kader Politik

Ia juga berpesan kepada para kader Persyarikatan yang kini menjadi anggota dewan di berbagai level, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun pusat, supaya tetap menjaga semangat dan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah dalam menjalankan amanahnya sebagai wakil rakyat.

Baca Juga  17 Sekolah di Aceh Terima Dana Program Save Our School 2025

“Teman-teman yang sekarang menjadi kepanjangan tangan Muhammadiyah di partai politik, di dewan, marilah ghirah Muhammadiyah itu tetap menjadi ruh perjuangan kita,” tegas Sulthon.

“Karena Muhammadiyah ini sebagai organisasi dakwah adalah bagaimana Islam itu bisa mengejawantah di dalam kehidupan,” sambungnya.

Lebih jauh, Sulthon menyoroti ketertinggalan umat Islam pasca era kejayaan beberapa abad silam. Sebab itu, ia berpesan kepada para anggota dewan dan senator yang hadir dalam forum tersebut untuk memperbaiki hal tersebut.

“Yang umat belum cukup itu adalah menyelesaikan kehidupannya. Yang Umat Islam selalu tertinggal, umat Islam selalu terpinggirkan, umat Islam yang tidak muncul-muncul ke permukaan setelah abad ke-11, ke-12, ke-13, yang satu persatu jatuh itu,” jelasnya.

“Nah, di sinilah peran teman-teman anggota dewan kita di DPR di DPD itu bagaimana ghirah ini bisa diangkat ke permukaan. Baik soal pendidikan, baik soal kesehatan, soal entrepreneurship, dan sebagainya. Karena terus terang kita tertinggal jauh,” sambung Sulthon.

Tugas LHKP Kawal Kebijakan Publik

Selain itu, Sulthon juga menegaskan bahwa LHKP PWM Jawa Timur sebgaai Unsur Pembantu Pimpinan (UPP) di PWM Jawa Timur, memiliki keterkaitan erat dengan isu-isu keijakan publik.

Baca Juga  Geliatkan Dakwah di Media Sosial, LHKP PWM Jatim Gelar Pelatihan Influencer Muhammadiyah

“LHKP itu irisannya adalah kebijakan pemerintah kita. Oleh sebab itulah, teman-teman sekalian yang di anggota dewan punya tugas yang sangat luar biasa,” pesannya.

Sebagai informasi, dalam forum tersebut turut hadir Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq sebagai keynote speaker, Penasihat Mendes PDT Zainuddin Maliki, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Anggota DPD RI/MPR RI Lia Istifhama, Anggota DPR RI Reni Astuti, sejumlah Anggota DPRD Jawa Timur seperti Sri Wahyuni, Dedi Irwansa, Puguh Wiji Pamungkas, Lilik Hendarwati, hingga para mitra strategis Maklumat.id.

Forum tersebut juga diikuti seluruh perwakilan LHKP PDM Muhammadiyah se-Jawa Timur dan seluruh biro Maklumat.id se-Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut juga dianugerahkan Maklumat Award, Maklumat Partnership Award, serta Apresiasi Mitra Strategis.