Aliansi BEM Surabaya Siap Turunkan Ribuan Massa dalam Aksi di Grahadi

surabaya

MAKLUMAT — Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Surabaya (ABS) memastikan akan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi dan Taman Apsari, Surabaya, Rabu (17/6/2026).

Keputusan itu diambil dalam forum konsolidasi dan teknis lapangan (Teklap) yang berlangsung di Telkom University Surabaya, Selasa (16/6/2026) pukul 18.00 WIB dan dihadiri perwakilan badan eksekutif mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya serta elemen masyarakat.

Dalam forum tersebut, ABS menyepakati pengerahan ribuan mahasiswa untuk menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai semakin membebani masyarakat. Aliansi menilai kondisi ekonomi, demokrasi, lingkungan hidup, dan hak asasi manusia membutuhkan perhatian serius pemerintah karena dianggap menunjukkan lemahnya keberpihakan negara terhadap kepentingan rakyat.

“Mahasiswa tidak boleh diam ketika rakyat semakin terhimpit oleh berbagai persoalan ekonomi, demokrasi, lingkungan, dan hak asasi manusia. Aksi ini adalah bentuk keberpihakan kami kepada kepentingan rakyat serta upaya menjaga cita-cita reformasi agar tidak terus mengalami kemunduran,” kata Koordinator Umum ABS, Nasrawi Ibnu Dahlan.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) tersebut menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah. Menurut dia, mahasiswa perlu terus mengawal berbagai kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Baca Juga  Demo Surabaya Hari Ini, Aliansi BEM Surabaya Siap Turunkan Ribuan Massa

Dalam aksi tersebut, ABS membawa sejumlah tuntutan. Mahasiswa mendesak pemerintah segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk membantu menstabilkan harga kebutuhan pokok dan meringankan beban ekonomi masyarakat.

Mereka juga meminta pemerintah mengambil langkah taktis untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang dinilai terus melemah, sekaligus mencopot pejabat yang dianggap tidak kompeten dalam mengelola pemerintahan.

“Aksi ini kami siapkan agar berlangsung tertib, terorganisir, dan tetap mengedepankan nilai-nilai demokrasi,” ujar Koordinator Lapangan ABS, Awal Zamazi.

Selain itu, ABS mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai upaya memperkuat pemberantasan korupsi. Mahasiswa juga menolak bangkitnya militerisme dan dwifungsi aparat yang dinilai mengancam supremasi sipil, serta menuntut pencabutan UU TNI dan UU Polri karena dianggap berpotensi membatasi ruang demokrasi.

Pada isu lingkungan, ABS menolak eksploitasi lingkungan yang dilakukan atas nama Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya yang berkaitan dengan SWL Surabaya. Mereka juga menuntut negara menghormati dan melindungi hak atas tanah adat masyarakat Papua.

Di saat yang sama, pemerintah pusat dan daerah diminta segera memulihkan ekosistem yang rusak akibat eksploitasi sumber daya alam yang dinilai telah merusak komoditas lokal dan mengancam mata pencaharian petani.

Baca Juga  Aliansi BEM Surabaya Beri Catatan Setahun Prabowo–Gibran: Sibuk Ngonten, Blunder, dan Klarifikasi

Aliansi tersebut turut menuntut evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP. Pemerintah diminta membangun sistem mitigasi yang jelas serta memastikan penyaluran bantuan ke sekolah berjalan transparan, tepat sasaran, dan bebas dari praktik korupsi. ABS juga mengecam segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia dan pembungkaman terhadap masyarakat sipil.

Aksi akan diawali dengan titik kumpul di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada pukul 12.00 WIB. Massa kemudian bergerak menuju Grahadi dan Taman Apsari. Seluruh peserta diminta mengenakan almamater kampus masing-masing serta mengikuti arahan koordinator lapangan selama kegiatan berlangsung.

ABS menyebut aksi tersebut menjadi momentum konsolidasi gerakan mahasiswa untuk mengingatkan pemerintah agar menjalankan pemerintahan secara transparan, demokratis, dan berkeadilan sosial. Aliansi juga mengimbau peserta aksi menjaga ketertiban, solidaritas, serta fokus pada substansi tuntutan yang akan disampaikan.

“Kita datang membawa gagasan dan tuntutan rakyat, bukan membawa kepentingan kelompok tertentu. Karena itu, seluruh massa aksi harus tetap disiplin, solid, dan waspada terhadap segala bentuk provokasi yang dapat mencoreng perjuangan mahasiswa,” tegas Awal Zamazi.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki