MAKLUMAT — Polsek Asembagus berhasil menggagalkan dugaan rencana perkelahian yang melibatkan sejumlah remaja di Desa Perante, Kecamatan Asembagus, Situbondo, pada Kamis (16/7/2026).
Kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat yang menyebut dugaan rencana perkelahian sejumlah remaja yang tergabung dalam perguruan pencak silat di Lapangan Rajawali, Desa Perante, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.
Informasi diterima Kapolsek Asembagus, Iptu I Komang Adi Aryama SH, melalui pesan singkat WhatsApp (WA) sekitar pukul 19.45 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran kepolisian segera menuju lokasi yang dimaksud.
Sekitar satu jam setelah menerima laporan, petugas berhasil mengamankan beberapa orang yang diduga akan terlibat dalam perkelahian, dua di antaranya berinisial MIS dan MAH. Mereka kemudian dibawa ke Kantor Polsek Asembagus untuk dimintai keterangan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata jenis roti kalung.
Kapolsek Asembagus, Iptu I Komang Adi Aryama, mengatakan pihaknya telah melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak yang terlibat.
“Pihak kepolisian berhasil melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak. Dari hasil interogasi kami, sebenarnya tidak ada niatan dari kedua belah pihak untuk melibatkan organisasi maupun perguruan Pencak Silat,” terangnya.
Hal ini, lanjut Kapolsek Asembagus, hanya diawali dari olok-olok terkait masalah pribadi kedua belah pihak.
“Namun setelah kami pertemukan, kedua belah pihak saling meminta maaf dan sanggup berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi, karena yang bersangkutan masih sama-sama sekolah dan bahkan satu kelas,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kepolisian menyebut perselisihan tersebut dipicu persoalan pribadi dan tidak berkaitan dengan organisasi maupun perguruan pencak silat tertentu.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, kepolisian turut menghadirkan orang tua masing-masing pihak serta perwakilan senior dari perguruan pencak silat yang bersangkutan. Kedua belah pihak kemudian sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya.
“Sehingga saat itu juga, dari pihak senior masing-masing perguruan Pencak Silat sudah kami datangkan, dan dari orang tua kedua belah pihak juga kami hadirkan. Sama-sama menyadari bahwa ini memang kesalahan pribadi, karena tidak menyangkut atau mengait-ngaitkan dengan organisasi tertentu,” jelas Kapolsek.***
*) Penulis: Agus Ariyanto













