Inovasi Osing Naga Antarkan Wakil Ketua PWNA Jatim Zahrotul Jannah Raih Juara Koin Wangi

Zahrotul Janah menerima trofi dan piagam penghargaan juara 5 Koin Wangi dari Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Banyuwangi Amir Hidayat, Senin (20/7/2026). (Foto: Dok. Pemkab Banyuwangi)

MAKLUMAT — Wakil Ketua Bidang Lingkungan dan Pustaka, Informasi dan Teknologi Digital Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur Zahrotul Jannah berhasil meraih gelar juara 5 Kompetisi Inovasi Kabupaten Banyuwangi (Koin Wangi) Tahun 2026 Kategori Non Digital-Implementasi, yang diumumkan pada Senin (20/7/2026) lalu.

Zahrotul Jannah berhasil meraih juara dengan inovasi pengolahan buah naga yang diberi tagline Osing Naga, yakni suatu brand selai buah naga yang juga akronim dari Optimalisasi Sirkular Inovasi Ekonomi HIjau Buah Naga Banyuwangi.

“Selai yang dibuat ini bukan hanya dari buahnya saja, tetapi juga kulitnya,” terangnya, saat diwawancarai wartawan Maklumat.id pada Selasa (28/7/2026).

Melalui Osing Naga, Zahrotul ingin mengajak masyarakat melihat bahwa limbah pertanian bukanlah sampah, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi.

Ia menyebut, inovasi tersebut menggabungkan aspek lingkungan, pemberdayaan perempuan, edukasi, dan kewirausahaan hijau (green entrepreneurship), sehingga masyarakat tidak hanya belajar mengurangi sampah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan limbah tersebut.

Perempuan yang juga anggota Departemen Kesehatan dan Lingkungan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Banyuwangi itu menceritakan persiapannya mengikuti kompetisi inovasi tersebut yang berjalan cukup panjang lantaran memang tidak dibuatnya hanya untuk keperluan mengikuti lomba.

Baca Juga  Potensi Tembus Pasar Global, Gitar Marmer Asal Indonesia yang Laku Rp150 Juta Kini Disempurnakan

“Inovasi ini lahir dari proses pendampingan masyarakat yang sudah saya lakukan melalui program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi dalam pengembangan eco-sociopreneurship di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo,” ungkapnya.

Dalam program tersebut, lanjut Zahrotul, ada beberapa kegiatan yang telah dilakukan. Mulai dari kelas siklus hidup buah naga, pelatihan selai kulit buah naga, dialog inkubasi eco-sociopreneur, kick-off inkubasi bisnis, hingga mini festival aneka olahan buah naga.

“Program ini melibatkan perempuan, pemuda, komunitas lintas agama, pemerintah desa, dan pelaku UMKM dalam satu gerakan bersama membangun ekonomi hijau yang inklusif,” jelas sosok yang juga merupakan guru SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, Banyuwangi tersebut.

Zahrotul Jannah mengakui tidak mudah untuk bisa menembus persaingan ketat hingga meraih gelar juara Koin Wangi. Terdapat ratusan peserta yang bersaing beradu inovasi dalam kompetisi itu. Namun, hanya 14 finalis yang dipilih dari Kategori Rancangan, serta 14 Finalis dari Kategori Implementasi.

“Finalisnya beragam dari ASN dan non-ASN, hingga masyarakat umum baik individu maupun kelompok,” ungkapnya.

Dari gelar juara itu,  Zahrotul Janah tak hanya membawa pulang trofi dan piagam penghargaan, namun juga uang pembinaan hingga inovasi bisa didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) secara gratis. “Ini bukan hanya untuk pemenang, tetapi untuk seluruh finalis,” pungkasnya.***

Baca Juga  Dosen UM Kembangkan Teknologi Pengolahan Abon Ikan Nila Bertenaga Surya

*) Penulis: Irwan