MAKLUMAT — Sebanyak 41 orang dilaporkan hilang akibat kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, Ahad (2/8/2026). Proses evakuasi terkendala kondisi kapal yang masih panas, kepulan asap hitam pekat, serta korban yang diduga melompat ke laut saat kebakaran terjadi.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan tantangan utama dalam operasi penyelamatan adalah suhu kapal yang masih tinggi akibat kebakaran dan asap tebal yang menyelimuti lokasi kejadian.
“Tantangan yang menurut kami hadapi terkait dengan kondisi kapal yang panas, kemudian ada asap yang menggumpal,” ujar Nanang dikutip dari Kompas TV, Ahad (2/8/2026).
Selain itu, kata Nanang, proses pencarian juga diperumit oleh kondisi para korban yang berada di laut. Arus laut menyebabkan posisi korban terus bergeser sehingga menyulitkan tim penyelamat melakukan evakuasi.
“Kemudian tantangan berikutnya dengan kondisi korban yang sedang berada di air,” katanya.
Hingga pukul 16.00 WIB, Tim SAR mencatat 230 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 225 orang dinyatakan selamat, sementara lima orang meninggal dunia.
Sementara itu, 41 orang lainnya masih dinyatakan belum terevakuasi berdasarkan data manifes penumpang yang diterima Basarnas.
“Saat ini yang masih belum terevakuasi sesuai data manifes masih 41 orang,” ujar Nanang.
Kapal-Kapal Penolong Dikerahkan
Dalam proses penyelamatan, sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian turut membantu mengevakuasi korban sebelum tim SAR tiba. Di antaranya KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, KM Meratus Project 3, KM Transco Arafura, KM Prakarsa Mas, dan KM SC Aila XVII.
Tim SAR gabungan kini memusatkan pencarian di permukaan laut di sekitar lokasi kebakaran. Berdasarkan hasil pemantauan, tidak ditemukan lagi korban yang berada di atas geladak kapal sehingga fokus operasi dialihkan untuk menyisir perairan di sekitar titik kejadian.
Pihak SAR mengimbau masyarakat menunggu informasi resmi terkait perkembangan jumlah korban mengingat proses pendataan dan pencarian masih berlangsung. Data korban masih dapat berubah seiring berlangsungnya operasi evakuasi dan verifikasi manifes penumpang.***














