Wagub Jatim Emil Dardak Apresiasi Penanganan Sigap Insiden Keracunan Massal di Sidoarjo

MAKLUMAT — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi langkah sigap dan cepat pemerintah daerah dan tim medis rumah sakit, dalam menangani insiden keracunan massal yang dialami ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa (1/9/2026).

Emil mengapresiasi RSUD RT Notopuro Sidoarjo bersama Dinas Kesehatan setempat dan Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn, yang menurutnya telah melakukan penanganan yang tidak hanya sigap dan cepat, tetapi juga tepat.

“Kami ingin mengapresiasi Rumah Sakit Notopuro, Ibu Kadinkes yang sudah bersama BPBD Sidoarjo, dan Pemkab Sidoarjo yaitu Pak Bupati, yang sudah melakukan penanganan secara sigap,” ujarnya.

“Sehingga jumlah yang ratusan datang ke rumah sakit ini, kemudian dalam waktu yang sangat pendek ya, itu semua bisa ditangani, enggak ada yang mohon maaf terbengkalai pasiennya,” sambung politisi Partai Demokrat itu.

Menurut Emil, penanganan yang diambil pihak rumah rumah sakit sangat tepat, dengan melakukan rehidrasi. Selain itu, ia juga memastikan bahwa penanganan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi pasien, misalnya terkait potensi adanya komorbid penyakit lain.

“Langkah pertama yang diambil oleh pihak rumah sakit adalah rehidrasi. Jadi rehidrasi ini penting, kemudian memberikan obat,” tandasnya.

Baca Juga  PCM Sepanjang Resmikan RSU Assakinah Medika, Jadi Cabang Muhammadiyah Terkaya se-Jatim

“Saya tadi bertanya kepada Bu Direktur dan Bu Kadinkes, bagaimana kalau ada yang punya komorbid penyakit lain? Ternyata ada misalnya asma, maka keluhan dia ada ke arah sesak misalnya. Itu sudah ada penanganannya sendiri. Ada tadi yang alergi obat, itu juga sudah ada penanganan, jadi dimonitor terus,” imbuh Emil.

Sebelumnya, Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn memastikan para santri memperoleh pelayanan medis secara maksimal. Ia juga memastikan tidak ada santri yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Seluruh pasien, kata dia, telah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya berangsur membaik.

Ia mengklarifikasi beberapa informasi yang beredar di media sosial yang menyebut adanya korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Sugandi menegaskan bahwa informasi itu keliru.

“Tidak ada yang meninggal. Semua pasien sudah tertangani dengan baik. Kalau nanti ada berita yang menyebut ada yang meninggal, itu tidak benar. Kami sudah memastikan dan mengecek langsung kondisi para santri di rumah sakit,” tegas Subandi.

Lebih jauh, Subandi menegaskan pihaknya bakal melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut, dengan memanggil Dinas Kesehatan serta Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Sidoarjo.

Baca Juga  Fix! KPU Tetapkan Khofifah-Emil Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Terpilih

“Besok kami panggil Dinas Kesehatan dan Dinas Perizinan. Jika nanti hasil pemeriksaan memastikan kejadian ini disebabkan oleh makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), tentu akan segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Pemeriksaan nantinya mencakup kelayakan makanan, mulai dari proses pengolahan hingga penyajian. Aspek perizinan penyedia makanan juga akan diperiksa bersama dinas terkait.

“Kami akan melihat bagaimana proses kelayakan makanannya. Mulai pengolahan seperti apa, termasuk izin-izinnya. Semua akan kami cek dan tindak lanjuti bersama dinas terkait,” tandas Subandi.***