Warga Kalteng Terkepung Asap, Ultah Istri Gubernur Jadi Sorotan DPR

thisia aisyah

MAKLUMAT – Warga Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sementara perayaan ulang tahun ke-27 Aisyah Thisia Bianty, istri Gubernur Kalteng Agustiar Sabran justru menuai sorotan DPR.

Sorotan itu muncul setelah foto-foto perayaan ulang tahun Aisyah beredar di media sosial dan viral. Perayaan tersebut berlangsung ketika sejumlah wilayah Kalteng masih menghadapi dampak karhutla dan kualitas udara yang memburuk.

Foto-foto tersebut sebelumnya diunggah melalui Instagram Story oleh seorang pengguna Instagram dengan akun @watie.tiq (akun sudah diprivat). Unggahan itu kemudian menyebar ke sejumlah platform media sosial, termasuk Threads dan TikTok.

DPR Soroti Sensitivitas Keluarga Pejabat

Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menilai keluarga pejabat daerah perlu memiliki kepekaan lebih tinggi terhadap kondisi masyarakat. Keluarga kepala daerah juga berada dalam sorotan publik karena aktivitas mereka mudah tersebar melalui media sosial.

Khozin meminta Dharma Wanita di lingkungan Kementerian Dalam Negeri memperkuat pembinaan, khususnya kepada keluarga kepala daerah agar lebih memahami situasi sosial di wilayah masing-masing.

“Dharma Wanita di lingkungan Kemendagri mesti melakukan pembinaan di jajarannya, khususnya di tingkat daerah untuk meningkatkan sensitivitas dan kepedulian terhadap masalah yang dihadapi masyarakat,” kata Khozin, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga  Reni Astuti Desak RUU Sisdiknas Tegakkan Keadilan Anggaran dan Tutup Kesenjangan Pendidikan

Ia juga mengingatkan pejabat dan keluarganya agar mempertimbangkan kepatutan ketika tampil di ruang publik, terutama saat masyarakat di daerahnya sedang menghadapi persoalan serius.

“Pejabat dan keluarga pejabat agar berperilaku patut di ruang publik. Saat ini keberadaan media sosial menjadi alat kontrol publik terhadap perilaku pejabat publiknya,” ujarnya.

Karhutla Kalteng Masih Mengancam

Di tengah polemik tersebut, karhutla masih menjadi persoalan serius di Kalteng. BNPB mencatat 63 titik panas masih terdeteksi di sejumlah wilayah.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut kualitas udara di sejumlah daerah terdampak berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Jarak pandang di beberapa lokasi juga turun hingga sekitar 2 kilometer.

Satgas Darat telah melakukan penanganan di 13 kabupaten/kota, yakni Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Kapuas, Barito Utara, Pulang Pisau, Lamandau, Kotawaringin Barat, Barito Selatan, Murung Raya, Gunung Mas, dan Barito Timur.

Hingga 31 Agustus 2026, petugas telah memadamkan karhutla dengan luas area terdampak yang berhasil ditangani mencapai 87,22 hektare.

Penanganan juga dilakukan melalui operasi udara. Satgas Udara mengerahkan empat helikopter untuk melakukan water bombing sebanyak empat sorti dengan total 188.000 liter air.

Baca Juga  Bantah Pernyataan Jokowi Soal Revisi UU KPK, Abdullah: Pemerintah Ikut Bahas Bersama DPR

Pemerintah juga menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC). Namun, satu sorti penyemaian dengan 800 kilogram garam di wilayah selatan Kotawaringin Timur belum menghasilkan hujan yang signifikan.

Berton mengatakan kondisi lahan gambut dan angin kencang membuat proses pemadaman semakin sulit.

“Jarak pandang yang sangat rendah memang menghambat dalam penanganan melalui operasi udara. Kemudian karakteristik lahan gambut yang terbakar ditambah angin kencang menyebabkan api sangat mudah terbakar kembali, sehingga perlu dilakukan pendinginan berulang,” kata Berton.