Kuliner Jadi Ruang Diplomasi Indonesia-Prancis di WIG 2026

Prancis

MAKLUMAT — Gastronomi menjadi salah satu ruang baru bagi Indonesia dan Prancis untuk memperkuat hubungan kedua negara. Kerja sama itu hadir dalam Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 melalui kolaborasi dengan Rendez-Vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026.

Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Indonesia Gastronomy Network (IGN), Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, serta Institut Français d’Indonésie (IFI). Sejumlah agenda akan mempertemukan chef dan pelaku gastronomi dari kedua negara.

“Kerja sama antara Prancis dan Indonesia di bidang gastronomi tidak semata-mata bertujuan memperkenalkan kekayaan kuliner masing-masing negara,” ujar Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN Fabien Penone, melansir laman resmi Kemenpar, Selasa (15/9/2026).

Fabien mengatakan kerja sama gastronomi dapat mempertemukan tradisi kuliner, para profesional, dan generasi muda dari kedua negara. Hubungan tersebut sekaligus diarahkan pada pelestarian dan pengembangan warisan gastronomi.

Salah satu agenda utamanya adalah Six-Hands Dinner pada pembukaan WIG 2026 di Pura Mangkunegaran, Surakarta, 26 September 2026. Jamuan tersebut mempertemukan Chef Degan Septoadji dan Chef Wayan Ari Wibowo dari Indonesia dengan Chef Stéphane Carrade dari Prancis, chef peraih dua bintang MICHELIN.

Baca Juga  Polemik Tambang Nikel Raja Ampat, Menpar: Pembangunan Harus Jaga Keseimbangan Ekologi

“Kehadiran para chef ini akan menciptakan pertemuan istimewa antara tradisi kuliner kedua negara,” kata Fabien.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya WIG memperkenalkan gastronomi Indonesia melalui pengalaman langsung. Tahun ini, WIG membawa tema “From Local Roots to Global Recognition” dan memperluas cakupan program dari restoran hingga tradisi pangan serta budaya makan masyarakat.

Selain jamuan di Solo, kerja sama dengan IFI mencakup cooking demo workshop di Politeknik Pariwisata Bali pada 25 September 2026 dan Politeknik Pariwisata Medan pada 29 September 2026. Chef dari Prancis akan terlibat dalam kedua kegiatan tersebut.

Keterlibatan Prancis juga masuk dalam WIG Talks yang menghadirkan 22 pembicara dalam lima sesi seminar dan satu sesi book review. Forum tersebut membahas sejumlah isu mengenai gastronomi dan industri makanan dan minuman, termasuk peluang pengembangan nilai ekonomi sektor tersebut.

“Kolaborasi ini mencerminkan keyakinan bersama bahwa gastronomi akan semakin bermakna ketika menjadi ruang bagi dialog, pertukaran, dan inspirasi antara kedua negara,” ujar Fabien.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis dan IFI. Menurutnya, pertemuan antara WIG dan Rendez-Vous Rasa menunjukkan bahwa gastronomi dapat digunakan sebagai ruang pertukaran budaya sekaligus diplomasi.

Baca Juga  Gusti Nurul, Kebaya, dan Pilihan Meninggalkan Kehidupan Bangsawan

Kerja sama Indonesia-Prancis itu berlangsung ketika Kemenpar juga berupaya memperluas posisi gastronomi Indonesia di pasar internasional. Pada 2025, Indonesia meraih New Destination Champion Award 2026 dari La Liste, penghargaan yang disebut Kemenpar sebagai momentum positif bagi pengenalan gastronomi Indonesia di tingkat global.

“Wonderful Indonesia Gastronomy memiliki semangat yang sejalan, yaitu memperkenalkan kekayaan gastronomi Indonesia sekaligus memperkuat visibilitas dan daya tariknya di tingkat internasional,” kata Fabien.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki