Umrah di Tengah Konflik Saudi-Houthi, Jemaah Diminta Cek Jadwal Sebelum ke Bandara

MAKLUMAT— Jemaah umrah Indonesia yang akan berangkat ke Arab Saudi diminta memastikan jadwal penerbangan sebelum menuju bandara. Imbauan ini disampaikan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyusul meningkatnya konflik bersenjata antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo meminta jemaah tetap tenang dan menjadikan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sebagai sumber utama informasi mengenai jadwal serta teknis keberangkatan.

“Jemaah kami minta tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan PPIU masing-masing,” kata Puji dalam keterangannya dikutip, Kamis (17/9/2026).

Puji mengingatkan jemaah agar tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Jemaah yang belum berangkat juga diminta memantau perkembangan penerbangan melalui PPIU masing-masing.

Sebelum berangkat ke bandara, jemaah perlu memastikan jadwal, waktu penerbangan, serta arahan terbaru dari PPIU.

“Pastikan seluruh informasi melalui PPIU sebelum berangkat dari rumah,” ujarnya.

PPIU Diminta Aktif Berkomunikasi

Kemenhaj meminta PPIU menjaga komunikasi secara aktif dan terbuka dengan jemaah. Setiap perkembangan operasional penerbangan, perubahan jadwal, maupun langkah penanganan harus disampaikan secara jelas.

Langkah ini diperlukan agar jemaah tidak tiba di bandara ketika penerbangannya belum mendapatkan kepastian.

Baca Juga  ​Menhaj Targetkan Produk Indonesia Kuasai Dapur Haji di Arab Saudi

Puji menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi perjalanan dapat diterima jemaah.

Bagi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi, Kemenhaj meminta mereka tetap berkoordinasi dengan PPIU serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

“Jemaah yang sudah berada di Arab Saudi dapat berkoordinasi dengan PPIU dan KJRI. Jangan mengambil langkah sendiri,” kata Puji.

Kemenhaj juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial.

Informasi mengenai penerbangan dan perjalanan umrah dapat diperoleh melalui PPIU, maskapai, kanal resmi pemerintah, serta perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

Kemenhaj menyediakan layanan pengaduan melalui nomor 0811-888-5888. Masyarakat dapat menggunakan saluran tersebut untuk menyampaikan informasi maupun pengaduan terkait penyelenggaraan haji dan umrah.

Peringatan Keamanan Sempat Dikeluarkan

Sebelumnya, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah menyebut otoritas Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan bahaya untuk sejumlah wilayah, termasuk Makkah, Taif, dan Jeddah.

Peringatan tersebut kemudian dicabut. Meski demikian, WNI di Arab Saudi tetap diminta waspada dan mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi.

Sejauh ini, belum ada laporan WNI yang terdampak langsung akibat konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi.

Baca Juga  Pemimpin Bisnis Global Kumpul di Arab Saudi, Ini yang Dibahas

Konflik Saudi-Houthi Kembali Meningkat

Konflik Arab Saudi dan Houthi kembali meningkat setelah dalam beberapa tahun terakhir relatif mereda akibat gencatan senjata.

Arab Saudi sebelumnya memimpin koalisi yang memerangi Houthi sejak 2015. Ketegangan kembali meningkat setelah Houthi memperbanyak serangan dan pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman mengalami tekanan.

Pejabat Pemerintah Yaman menyebut Houthi kini menguasai sebagian besar pantai barat Yaman di sepanjang Laut Merah. Dalam perkembangan terakhir, kelompok tersebut juga disebut merebut Pulau Perim yang berada di pintu masuk Laut Merah.

Seorang pejabat Yaman mengatakan peningkatan serangan Houthi terhadap Arab Saudi menjadi respons atas tekanan militer yang mereka hadapi.

Sebagai respons, angkatan udara Arab Saudi dan Yaman meningkatkan serangan terhadap sejumlah sasaran Houthi, termasuk wilayah di sekitar pelabuhan Mocha di Laut Merah.

Kepastian Jadwal Jadi Kunci Jemaah

Situasi konflik Saudi-Houthi membuat informasi penerbangan menjadi hal penting bagi jemaah umrah Indonesia. Perubahan kondisi keamanan dapat berdampak pada operasional penerbangan, sehingga jemaah perlu memastikan informasi sebelum meninggalkan rumah.

Dalam kondisi seperti ini, koordinasi antara PPIU dan jemaah menjadi sangat penting. PPIU tidak hanya bertugas menyampaikan perubahan jadwal, tetapi juga memastikan jemaah memperoleh informasi yang jelas dan tidak simpang siur.

Baca Juga  Kemenhaj Tertibkan KBIHU Nakal, Ungkap Kasus Badal Haji Fiktif, Dam Nonresmi, hingga Penyusupan Jemaah

Jemaah perlu menghindari informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Acuan utama sebaiknya berasal dari PPIU, maskapai, Kemenhaj, Kementerian Luar Negeri, KJRI, dan otoritas Arab Saudi.

Dengan komunikasi yang cepat dan informasi yang jelas, jemaah dapat menghindari persoalan seperti datang ke bandara ketika jadwal penerbangan belum pasti.