MAKLUMAT — Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur periode 2023–2026 Hengki Pradana tampak bergetar saat menyampaikan sambutan dalam Pelantikan PW IPM Jatim Periode 2026–2028 di Aula KH Mas Mansyur, Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Kamis (17/9/2026).
“Entah kenapa, rasanya sambutan pelantikan ini rasanya jauh lebih agak brebes mili daripada sambutan waktu Musywil (musyawarah wilayah) kemarin,” ujarnya di hadapan jajaran PWM Jatim dan para tamu undangan yang hadir.
Selama tiga tahun memimpin PW IPM Jatim, Hengki mengatakan dirinya bersama jajaran pengurus telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menjalankan amanah organisasi. Ia menyebut berbagai dinamika yang muncul selama periode kepemimpinannya tidak membuat mereka kehilangan optimisme.
“Mohon izin, ayahanda. Sekarang Hengki sudah melepas amanah dan tanggung jawab. Mudah-mudahan, Ayahanda Suko (Ketua PWM Jatim, Prof Sukadiono) bukan hanya melihat Hengki sebagai ketua, tapi sebagai anak yang senantiasa menanti nasihatnya,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Hengki juga menyampaikan terima kasih kepada para tamu undangan yang selama ini memberikan dukungan kepada IPM Jatim dalam berbagai kegiatan. Ia menyebut dukungan tersebut turut menemani perjalanan kepengurusan selama menjalankan amanah.
Hengki juga menyebut periode kepemimpinannya berlangsung lebih panjang dari masa kepengurusan yang biasanya berjalan selama dua tahun. Meski demikian, ia bersyukur kepengurusan tersebut dapat diselesaikan tanpa meninggalkan beban bagi kepengurusan berikutnya.
Ia kemudian menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kaderisasi di lingkungan IPM. Menurutnya, keberlangsungan organisasi sangat bergantung pada proses kaderisasi yang terus dirawat. Pada periode kepemimpinannya, salah satu upaya tersebut dilakukan melalui IPM Kids.
“Kaderisasi harus dijaga. Tanpa kaderisasi, organisasi kita tidak akan tumbuh dan berkembang. Di periode kami sudah kami lakukan, salah satunya melalui IPM Kids. Semua ini harus dijaga dan dirawat,” ujarnya.
Hengki menilai menjadi kader IPM tidak semata-mata berkaitan dengan masa depan seseorang di dalam organisasi. Menurutnya, proses tersebut berkaitan dengan pengabdian, perjuangan, serta pendalaman nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan.
Ia juga mengenang pesan Ketua PWM Jatim Prof Sukadiono yang kerap mengingatkan agar pengurus menjalankan roda organisasi dengan niat yang baik dan penuh keikhlasan. Pesan tersebut, kata Hengki, menjadi salah satu pegangan selama menjalankan amanah.
“Menjadi kader IPM bukanlah tentang bertaruh nasib. Tapi tentang nilai pengabdian, tentang perjuangan, dan mendalami nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan,” jelasnya.
Menjelang akhir sambutannya, Hengki menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang selama ini memberikan dukungan kepada PW IPM Jatim. Ia juga meminta maaf apabila selama menjalankan kepemimpinan terdapat kekhilafan dan keterbatasan.
Hengki kemudian menyampaikan permohonan maaf atas nama seluruh jajaran PW IPM Jatim periode 2023–2026. Ia berharap hubungan yang telah terbangun selama masa kepengurusan tetap terjaga setelah dirinya melepas jabatan sebagai ketua.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mewakili teman-teman periode 2023–2026 memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
*) Penulis: M Habib Muzaki












