Ketua IPM Jatim Buka Ruang Kritik: Silakan Ganggu dan Tuntut Kami

kritik

MAKLUMAT — Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur periode 2026–2028 Mohammad Yuda Wahyu Saputra meminta kader tidak ragu menyampaikan kritik kepada pimpinan. Ia ingin kepemimpinan IPM Jawa Timur dijalankan dengan keterbukaan dan kesediaan untuk menerima tuntutan kader.

Pesan tersebut disampaikan Yuda dalam pelantikan PW IPM Jawa Timur periode 2026–2028 di Aula KH Mas Mansyur, Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Kamis (17/9/2026). Ia menempatkan kepemimpinan berdampak sebagai salah satu gagasan penting dalam periode kepemimpinannya.

“Silakan ganggu kami, silakan repoti kami, silakan tuntut kami, dan silakan kritik kami,” kata Yuda.

Menurutnya, keberadaan kader menjadi bagian penting untuk menjaga perjalanan organisasi. Ia menyebut kritik dari kader sebagai sesuatu yang dibutuhkan pimpinan dalam menjalankan amanah organisasi.

Yuda kemudian mengaitkan gagasan tersebut dengan konsep servant leadership atau kepemimpinan yang melayani. Ia menilai pemimpin dalam tradisi Islam memiliki tanggung jawab untuk melayani orang-orang yang dipimpinnya.

“Kepemimpinan yang sesungguhnya sebagaimana diajarkan dalam tradisi Islam, pemimpin suatu kaum adalah pelayan bagi kaumnya,” ujarnya.

Bagi Yuda, kepemimpinan berdampak tidak dapat diukur dari jabatan atau seremoni pelantikan. Setiap kader, menurutnya, memiliki posisi sebagai pemimpin dalam lingkup masing-masing dan membawa amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Kiprah Mohammad Yuda Wahyu Saputra, Ketua Umum IPM Jatim Periode 2026–2028

Ia mendorong pimpinan IPM Jawa Timur untuk terlibat langsung dalam persoalan kader dan masyarakat. Karena itu, ia menggunakan istilah memimpin dengan turun tangan sebagai gambaran kepemimpinan yang ingin dirawat selama periode 2026–2028.

“Memimpin dan melayani. Memimpin dengan turun tangan, bukan memimpin dari menara,” jelasnya.

Gagasan kepemimpinan tersebut ditempatkan Yuda dalam tema besar Gerbang Karya IPM Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa tema tersebut ingin membawa kader melewati fase berproses menuju tahap menghasilkan karya yang dapat dirasakan manfaatnya.

Menurut Yuda, tantangan organisasi juga berubah seiring masuknya generasi Z dalam jajaran kepemimpinan IPM dan mulai bertambahnya generasi Alfa dalam basis keanggotaan. Kondisi tersebut membuat organisasi perlu memberikan pengalaman berorganisasi yang memiliki manfaat konkret bagi kader.

Yuda meminta pimpinan wilayah yang baru dilantik menjalankan periode kepemimpinan sebagai bentuk pengabdian. Ia juga mengingatkan agar organisasi tidak menjadi penghalang bagi kader yang ingin berkembang.

“Jadilah gerbang yang membuka jalan, bukan tembok yang menghalangi,” katanya.

Pada bagian akhir sambutannya, Yuda kembali menegaskan keterbukaan terhadap kritik dari kader IPM se-Jawa Timur. Ia menyebut kritik dan tuntutan kader sebagai bagian yang dibutuhkan untuk menjaga organisasi tetap berjalan.

Baca Juga  Ketua PP IPM Sebut Prof Sukadiono Punya Semua Kriteria untuk Jadi Pengurus PP Muhammadiyah

“Karena bagi kami, kalian adalah suplemen terbaik untuk menjaga kokohnya dan teguhnya Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur ke depan,” ujarnya.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki