Lawan Rasa Grogi, Siswa SMK Mutu Gondanglegi Raih Emas Pencak Silat

MAKLUMAT — Rasa grogi menjadi salah satu hal yang harus dihadapi Muhammad Zafir Rizwan Effendi saat memasuki arena pertandingan pencak silat. Siswa kelas XI Teknik Komputer Jaringan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi (SMK Mutu Gondanglegi), Malang, itu berusaha menjaga pikirannya tetap tenang. Ia mengingat arahan pelatih dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia mampu melewati pertandingan.

Cara itu mengantarkannya meraih medali emas kategori seni dalam Kejuaraan Pencak Silat Batu Championship III. Zafir menjadi satu dari lima siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi yang membawa pulang medali dari kejuaraan tingkat nasional yang berlangsung di GOR Gajah Mada, Kota Batu, pada 23–25 Oktober 2026.

“Berkat latihan yang intens, saya selalu tanamkan pada diri sendiri untuk tidak grogi, cukup dengarkan kata pelatih dan yakin pada diri sendiri. Alhamdulillah akhirnya pulang membawa medali emas untuk SMK Mutu,” ungkapnya.

Zafir dan rekan-rekannya mempersiapkan diri melalui latihan intensif selama kurang lebih dua minggu. Waktu persiapan yang relatif singkat itu mereka manfaatkan untuk berlatih sebelum menghadapi pesilat dari berbagai daerah. Kejuaraan tersebut diikuti sekitar 1.200 pesilat dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Baca Juga  Raih Gelar Doktor Ilmu Keolahragaan Berkat Temuan BEX-TI, Siapa Nur Subekti?

Bagi Zafir, kesiapan mental menjadi bagian penting ketika tampil di arena. Ia berusaha mengalihkan perhatian dari rasa grogi dengan membangun keyakinan pada diri sendiri. Arahan pelatih juga menjadi pegangan agar ia tetap fokus selama pertandingan.

Keberhasilan Zafir turut diikuti empat siswa lainnya. Muhammad Fadhil Mudjahid, siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan, juga meraih medali emas. Sementara itu, tiga medali perunggu diraih M. Azmi Azhar Al Ghozali dari kelas XI Teknik Kendaraan Ringan, Muhammad Faris Abqori dari kelas X Keperawatan, dan Ahmad Anas Auliya dari kelas X Desain Komunikasi Visual.

Kelima siswa tersebut tergabung dalam tim Tapak Suci SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Capaian mereka menjadi hasil yang membanggakan bagi sekolah, terutama setelah menjalani persiapan selama dua minggu menjelang kompetisi.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Terminatono Yogi, S.Or., M.Pd., mengapresiasi kerja keras para siswa dan dukungan berbagai pihak yang mendampingi mereka selama persiapan. Ia berharap capaian tersebut menjadi dorongan bagi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang pencak silat.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung dan membimbing para siswa hingga meraih lima medali pada kejuaraan nasional ini. Semoga selanjutnya bisa terus berprestasi dan mengharumkan nama SMK Mutu,” tutur Yogi.

Baca Juga  Gembleng Puluhan Mahasiswa, Tapak Suci UIN Raden Fatah Cetak Kader Anti-Rebahan

Kejuaraan Pencak Silat Batu Championship III diselenggarakan melalui kerja sama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Batu dan panitia pelaksana lokal. Ketua Umum KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi, S.Sos., M.M., membuka kejuaraan tersebut secara resmi pada Sabtu (24/10/2026).

Sentot menilai kejuaraan pencak silat memiliki peran dalam pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, pencak silat tidak cukup dipahami sebagai olahraga untuk meraih gelar juara karena juga merupakan bagian dari warisan budaya bangsa.

“Pencak silat bukan sekadar olahraga untuk mengejar gelar juara, melainkan juga warisan budaya bangsa yang berperan penting dalam membentuk mental, kedisiplinan, dan karakter generasi muda,” tegasnya.

 

*) Penulis: Rizka Sri Wulandari