98 Tahun Sumpah Pemuda, Puguh DPRD Jatim Dorong Pemerintah Perluas Lapangan Kerja bagi Generasi Muda

MAKLUMAT – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mendorong pemerintah mengoptimalkan bonus demografi dengan memperluas akses pendidikan, menyediakan lapangan kerja, dan menjamin kesejahteraan generasi muda.

Menurut Puguh, momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 harus menjadi pengingat pentingnya peran pemuda sebagai motor penggerak kemajuan bangsa. Potensi generasi muda perlu didukung kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan dan tantangan mereka.

“Bonus demografi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah. Bagaimana keberlimpahan jumlah penduduk usia produktif bisa dikonversi menjadi kebangkitan ekonomi,” ujarnya, Rabu (28/10/2026) malam.

Ia menilai, besarnya populasi generasi muda, mulai dari Generasi Z, Milenial hingga Generasi Alpha, merupakan sumber daya yang harus dipersiapkan sejak dini. Pemerintah perlu memastikan generasi muda memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas, pekerjaan, upah layak, serta kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan papan.

Puguh menyoroti persoalan ketenagakerjaan sebagai salah satu tantangan yang membutuhkan perhatian serius. Ia menyebut jumlah angkatan kerja di Jawa Timur mencapai sekitar 25 juta orang sehingga membutuhkan dukungan kebijakan untuk memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran.

Menurutnya, potensi bonus demografi tidak akan memberikan hasil optimal apabila tidak diimbangi dengan kesiapan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga  Rampungkan Raperda Pelindungan Perempuan dan Anak, Komisi E DPRD Jatim: Regulasi Sudah Mendesak

Ia mencontohkan Jepang yang mampu memanfaatkan potensi penduduk usia produktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat sektor industri serta teknologi.

“Hal-hal prinsip seperti akses pendidikan, pekerjaan, dan upah yang layak harus menjadi perhatian pemerintah. Jika kebutuhan tersebut terpenuhi, anak-anak muda bisa menjadi motor pertumbuhan bangsa,” kata politisi PKS ini.

Puguh juga mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan aspirasi generasi muda. Kekecewaan akibat terbatasnya kesempatan kerja dan sulitnya memenuhi kebutuhan dasar, menurut dia, berpotensi memicu ketidakpuasan sosial.

Karena itu, semangat patriotisme dan heroisme pemuda yang menjadi ruh Sumpah Pemuda perlu diarahkan pada kegiatan produktif melalui dukungan kebijakan yang berpihak pada pengembangan generasi muda.

Ia berharap peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi pemerintah dan seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan masa depan generasi muda.

“Momentum ini harus kita manfaatkan untuk berpikir jernih dan memberikan yang terbaik bagi bangsa. Pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang membuat generasi muda semakin bersemangat dan memiliki ruang untuk berkontribusi dalam memajukan Indonesia,” pungkasnya.