Hadiri Rapimwil dan BAM PWPM Aceh, Dzulfikar Ahmad Tawalla Minta Pemuda Tak Ragu Lakukan Terobosan

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla (kanan) saat menghadiri Rapimwil dan BAM Pemuda Muhammadiyah Aceh. (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menghadiri Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dan Baitul Arqam Madya (BAM) Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh, yang dilangsungkan pada 23-25 Oktober 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kompleks Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, Gampong Niron, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar itu, diharapkan dapat menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan perkaderan Pemuda Muhammadiyah di Aceh.

Selain Dzulfikar Ahmad Tawalla, sejumlah tokoh setempat turut hadir di antaranya Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Misran Fuadi, perwakilan Polda Aceh, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh A. Malik Musa beserta jajaran, Direktur Utama PEMA Faisal Ilyas, Wakil Ketua DPD KNPI Aceh Sulthan M. Yus, serta keluarga besar Muhammadiyah Aceh. Rapimwil juga diikuti perwakilan Pemuda Muhammadiyah dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh.

Dalam kesempatan itu, Dzulfikar Ahmad Tawalla menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan organisasi dan mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia juga mengajak para kader Pemuda Muhammadiyah untuk berani mengambil peran dan melakukan terobosan positif.

Dalam arahannya, Dzulfikar Ahmad Tawalla mengingatkan pentingnya eksistensi organisasi sebagai salah satu faktor yang menentukan keberadaan dan keberlanjutan sebuah lembaga.

Baca Juga  Dinilai Tokoh Muda Nasional, Ketua PDPM Surabaya Dukung Dzulfikar Masuk Kabinet Prabowo

Ia berpesan agar kader Pemuda Muhammadiyah di Aceh tidak ragu mengambil peran dan melakukan terobosan positif untuk mendorong kemajuan organisasi di daerah masing-masing.

Menurut sosok yang juga menjabat Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) itu, kader harus memiliki keberanian untuk bertindak, menjaga semangat perjuangan, serta terus mengembangkan potensi diri agar Pemuda Muhammadiyah dapat memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.

Penguatan Organisasi dan Peningkatan Kapasitas Kader

Ketua Panitia, Sudarliadi, menjelaskan bahwa forum Rapimwil yang berlangsung selama 23 hingga 25 Oktober 2026 diikuti perwakilan dari 19 Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) kabupaten/kota, sedangkan Baitul Arqam Madya diikuti 40 peserta.

Ia berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi penguatan organisasi serta peningkatan kapasitas kader Pemuda Muhammadiyah di Aceh.

Sementara itu, Ketua PWPM Aceh, Zul Hafiyan, menegaskan bahwa Rapimwil dan Baitul Arqam Madya merupakan program prioritas organisasi yang perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.

Menurutnya, perkaderan menjadi bagian penting dalam setiap periode kepemimpinan untuk menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus melahirkan kader yang memiliki integritas, kapasitas, dan kepedulian sosial.

Ia juga mengajak seluruh kader Pemuda Muhammadiyah di Aceh untuk terus berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Baca Juga  Gelar Pengajian dan Musycab, Pemuda Muhammadiyah Sawahan Punya Nahkoda Baru

“Sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, akan sangat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” pesan Zul Hafiyan kepada seluruh peserta Rapimwil dan BAM.

Ia berharap, Rapimwil dan BAM tersebut dapat memperkuat konsolidasi kepemimpinan, meningkatkan kualitas perkaderan, serta menyusun langkah strategis untuk memperluas kontribusi organisasi bagi masyarakat dan pembangunan Aceh ke depan.***

*) Penulis: Rizki Maulizar