MAKLUMAT — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Drs H Husnul Aqib MM menegaskan bahwa pemuda negarawan harus memiliki empat pilar utama sebagai landasan membangun kepemimpinan dan mengambil peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal itu ia sampaikan ketika mengisi kegiatan PWPM Institute I yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur, di Ruang Rapat DPRD Jatim, Rabu (4/11/2026).
Aqib menjelaskan, pilar pertama yang harus dimiliki pemuda negarawan adalah nilai-nilai keislaman. Menurutnya, keislaman tidak cukup diwujudkan melalui praktik ibadah, tetapi juga harus menjadi landasan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta memperjuangkan keadilan sosial.
Pilar kedua yakni kapasitas intelektual. Pemuda dituntut memiliki keluasan wawasan, kemampuan berpikir kritis, serta kemauan untuk terus belajar dan memahami berbagai persoalan masyarakat.
Dengan kapasitas intelektual yang kuat, kader muda diharapkan mampu melahirkan gagasan sekaligus menawarkan solusi atas berbagai tantangan zaman.
Pilar ketiga, Aqib menandaskan pentingnya pemuda memahami politik sebagai jalur perjuangan. Politik, kata dia, merupakan instrumen penting untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata.
Ia mencontohkan kehadiran politik dan kebijakan negara dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penerbitan akta kelahiran ketika seseorang dilahirkan hingga akta kematian ketika seseorang meninggal dunia.
“Dari contoh sederhana ini kita bisa melihat bahwa politik dan kebijakan negara sesungguhnya dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, pemuda jangan alergi terhadap politik. Justru politik harus dipahami sebagai jalan perjuangan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” tandasnya.
Terakhir, pilar keempat adalah kemampuan pemuda untuk menjadi bagian dari solusi melalui gerakan ekonomi yang memiliki dampak sosial.
Menurut Aqib, Pemuda Muhammadiyah perlu mengembangkan kemandirian ekonomi, kewirausahaan, dan gerakan sosial ekonomi agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Lebih jauh, dalam kesempatan itu Aqib juga menyoroti tantangan ke depan, khususnya menjelang momentum politik 2029. Ia mendorong Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur agar tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika politik nasional.
“Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur harus mengambil bagian pada 2029. Kita harus mempersiapkan diri, membangun kapasitas, dan berani mengambil peran dalam menentukan arah masa depan bangsa,” pesan sosok yang menjabat Ketua Fraksi PAN DPRD Jatim itu.
Ia berharap, Pemuda Muhammadiyah dapat mempersiapkan diri dengan terus memperkuat keempat pilar tersebut sebagai bekal untuk mengambil peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.***











