Kapolda Jatim Kunjungi PWM Jatim, Ada Apa?

Kapolda Jatim Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengunjungi kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Kamis (5/11/2026). (Foto: Habib/ Ist)

MAKLUMAT — Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengunjungi kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan setelah Dekananto resmi menjabat sebagai Kapolda Jatim menggantikan Irjen Pol. Nanang Avianto.

Ketua PWM Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M. menyambut kunjungan tersebut bersama jajaran pimpinan wilayah. Ia didampingi Sekretaris PWM Jatim Biyanto dan Wakil Sekretaris Moh. Mudzakkir. Sejumlah wakil ketua PWM Jatim juga hadir, yakni Syamsudin, Moh. Sulthon Amien, Tamhid Masyhudi, Muhammad Sholihin, Muh. Khoirul Abduh, dan Nazaruddin Malik.

Perwakilan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) turut mengikuti pertemuan tersebut. Mereka di antaranya Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur Devi Kurniawan dan Ketua Umum DPD Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur Yuda Wahyu Saputra.

Sukadiono kemudian memperkenalkan perkembangan organisasi Muhammadiyah di Jawa Timur kepada Kapolda. Saat ini, Muhammadiyah memiliki 38 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Di tingkat kecamatan, terdapat 549 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) atau mencakup sekitar 82,43 persen dari seluruh kecamatan di Jawa Timur.

Baca Juga  DK3P Jatim Sebut Pengelolaan Sampah yang Buruk Bisa Jadi Dosa Jariyah

Ia menyebut sejumlah PCM memiliki kegiatan dan amal usaha yang cukup produktif. Bahkan, ada ranting yang mengelola beberapa amal usaha. Sukadiono mencontohkan PCM Ngagel di Surabaya dan PCM Sepanjang di Sidoarjo.

“Terkadang ada satu ranting punya banyak amal usaha. Ada juga PCM yang sangat produktif,” ujarnya.

Di bidang pendidikan, Muhammadiyah Jawa Timur mengelola 1.543 PAUD dan TK, 522 SD dan MI, 291 SMP dan MTs, serta 222 SMA dan sekolah sederajat. Muhammadiyah juga memiliki 24 perguruan tinggi dan 486 lembaga pendidikan nonformal.

Dari jumlah lembaga pendidikan nonformal tersebut, terdapat 361 TPA/TPQ, tiga madrasah diniyah, dan 122 pondok pesantren. Sukadiono menjelaskan, jaringan pendidikan tersebut menjadi bagian dari pengembangan amal usaha Muhammadiyah di Jawa Timur.

Pada sektor kesehatan, Muhammadiyah memiliki 39 rumah sakit dan 54 klinik. Sementara di bidang sosial, terdapat 151 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan lima Muhammadiyah Senior Care (MSC) atau panti lansia. Adapun di bidang tabligh, Muhammadiyah mengelola 1.556 masjid dan 521 musala.

“Kami terus memperkuat amal usaha di berbagai bidang. Insyaallah dalam waktu dekat akan ada dua rumah sakit baru,” kata Sukadiono.

Baca Juga  Aisyiyah-Polda Jatim Siapkan Aksi Nyata, dari Akses Visum hingga Rumah Aman Bagi Korban

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Polda Jawa Timur terhadap kegiatan Muhammadiyah selama ini. Sukadiono mencontohkan pelayanan kepolisian ketika salah satu amal usaha Muhammadiyah di Banyuwangi menghadapi persoalan.

“Kita bersyukur ada dukungan selama ini dari Polda Jatim. Ada amal usaha kami di Banyuwangi, ketika ada masalah, pelayanan yang diberikan sangat baik,” ujarnya.

Sementara itu, Dekananto mengaku tidak asing dengan Muhammadiyah Jawa Timur. Ia menilai organisasi tersebut memiliki sumber daya manusia dengan kualitas yang mengesankan.

Kunjungan itu sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dengan jajaran Muhammadiyah setelah dirinya menerima amanah sebagai Kapolda Jatim.

“Tentu silaturahmi saya sebagai Kapolda yang baru, kami wajib memperkenalkan diri,” ujarnya.

Dekananto juga meminta doa dan dukungan dari PWM Jawa Timur dalam menjalankan tugasnya. Ia mengaku masih perlu banyak belajar, termasuk dengan menyerap pengalaman dan masukan dari para tokoh Muhammadiyah yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Ia menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan sinergi yang telah terjalin antara kepolisian dan Muhammadiyah. Ke depan, ia berharap hubungan tersebut dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, komunikasi dengan organisasi masyarakat juga penting untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.

Baca Juga  LBHAP PWM Jatim Disahkan: Siap Bantu Masyarakat yang Kesulitan Akses Keadilan

“Kami siap menerima berbagai masukan dari Prof. Sukadiono. Kami juga sangat terbuka dan mengharapkan saran. Kalau ada anggota kami di lapangan yang kurang pas, tolong sampaikan kepada kami,” katanya.

Dekananto menegaskan bahwa dirinya mendapat amanah dari Kapolri untuk membawa kepolisian lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, ia ingin memperkuat komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah, agar kepolisian dapat mendengar langsung aspirasi dan keluhan warga.

“Kami mendapat amanah dari Kapolri bahwa polisi harus lebih dekat kepada masyarakat. Polisi bersama masyarakat. Kami ingin menyerap aspirasi dan mendengar berbagai keluhan. Kami sangat berharap dukungan dari PWM Jawa Timur,” ujarnya.***

 

*) Penulis: M. Habib Muzaki