Smamda Wakili Sidoarjo di School Religious Culture 2026 Tingkat Provinsi, Optimis Raih Juara

Kepala Smamda Sidoarjo, M Zainul Arifin SKom MM, mengaku optimistis sekolah yang dipimpinnya dapat meraih juara School Religious Culture atau SRC 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur. (Foto: Ubay NA/ Ist)

MAKLUMAT — SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo akan mewakili Kabupaten Sidoarjo dalam ajang School Religious Culture (SRC) 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur.

SRC sendiri merupakan program Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS), dengan tujuan untuk membangun ekosistem pendidikan yang holistik, memperkuat karakter akhlak mulia, serta menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di kalangan peserta didik.

Terpilihnya Smamda Sidoarjo ke tingkat Jawa Timur usai sekolah di bawah naungan Muhammadiyah itu meraih penghargaan SRC 2026 di tingkat Kabupaten Sidoarjo pada 7 Oktober 2026 lalu.

Kepala Smamda Sidoarjo M Zainul Arifin SKom MM mengaku bersyukur dan bangga atas capaian sekolah yang dipimpinnya.

Ia mengungkapkan, budaya religius di lingkungan Smamda Sidoarjo sudah terbentuk sejak lama, dan bukan hanya dalam rangka menyiapkan SRC. Sebab itu, menurutnya, persiapan untuk ajang SRC 2026 sebagian besar hanya berupa persyaratan-persyaratan administrasi.

“Saya merasa bangga karena teman-teman Smamda Sidoarjo secara optimal, dari tim ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab), tim Waka, pimpinan, tim penjaminan mutu, sangat menyiapkan dengan baik,” ujarnya kepada Maklumat.id, Jumat (6/11/2026).

“Religious Culture menurut kami itu hal yang biasa, karena Smamda ini dari sisi Religious Culture-nya sudah terbentuk, sehingga kami hanya menyiapkan pada keadministrasian. Jadi, kalau dari culture, budaya islami insya Allah sudah biasa dilakukan,” sambung Zainul.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim Kemenag Kabupaten Sidoarjo yang memberikan dukungan serta pembinaan secara intens.

“Alhamdulillah dari kementerian agama kita juga sangat didukung. Kemarin hadir empat orang untuk melakukan pembinaan, dari Kemenag Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya.

Zainul menyebut, Smamda Sidoarjo merupakan satu-satunya perwakilan Kota Delta pada jenjang SMA di ajang SRC 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur. Meski begitu, ia mengaku optimis mampu meraih hasil terbaik sebagai juara.

“Yang ikut SRC ini mulai dari SD, SMP, SLB, dan SMA. Satu-satunya di Kabupaten Sidoarjo yang mewakili ke Jawa Timur nanti dari Smamda, di tingkat SMA. Saya sebagai kepala sekolah merasa bangga dan terdukung oleh teman-teman yang sangat antusias, bahwa motivasi di Smamda: hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, itu benar-benar diterapkan di Smamda ini,” tandasnya.

“Sesuai dengan visi Smamda Sidoarjo untuk menjadi sekolah unggul dan berkarakter berdasarkan nilai-nilai Islam, itu sepertinya cocok kalau dinobatkan sebagai juara satu SRC,” imbuh Zainul.

Dukungan PP Muhammadiyah, Smamda Jadi Best Practice

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi PhD. (Foto: Ubay NA/ Ist)
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi PhD. (Foto: Ubay NA/ Ist)

Dukungan juga datang dari Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Didik Suhardi PhD.

“Selamat kepada Smamda Sidoarjo yang merupakan salah satu sekolah yang mengikuti lomba School Religious Culture,” ucapnya, saat mengunjungi Smamda Sidoarjo pada Jumat (6/11/2026).

Usai meninjau lingkungan dan pelaksanaan pendidikan di Smamda Sidoarjo, Didik menilai sekolah tersebut layak menjadi salah satu favorit sebagai juara SRC. Sebab, menurutnya, Smamda Sidoarjo telah melakukan berbagai kegiatan, aktivitas, maupun program menyangkut budaya religius.

Tak cuma itu, ia berharap pencapaian Smamda Sidoarjo yang mampu mewakili daerahnya untuk berkompetisi di SRC tingkat Provinsi dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, dalam mengembangkan pendidikan keagamaan dan budaya religius.

“Tentu kami berharap apa yang dilakukan oleh Smamda Sidoarjo ini akan menjadi best practice bagi sekolah/madrasah yang lain untuk mengembangkan pendidikan keagamaan di sekolahnya masing-masing,” pungkas Didik.

Budaya Religius Bukan Cuma Pembelajaran Agama

Sebelumnya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sidoarjo, Dr H Moh Mufi Imron Rosyadi, saat memberikan penghargaan SRC 2026 tingkat kabupaten kepada Smamda Sidoarjo pada 7 Oktober lalu, menyebut bahwa penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap sekolah yang dinilai konsisten membangun dan membudayakan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa budaya religius tidak cukup hanya diajarkan melalui pembelajaran agama, tetapi harus terlihat dalam perilaku seluruh warga sekolah.

“Penghargaan SRC ini diberikan untuk sekolah yang membudayakan keagamaan di sekolah. Ketika masuk ke sekolah, hormatnya murid kepada guru nampak, pembiasaan keagamaannya nampak, tempat ibadah juga bersih dan nyaman,” tandas Mufi Imron.

“Jadi, bukan hanya pembelajaran agamanya yang cukup, tetapi warga sekolah juga mempraktikkannya sebagai pembiasaan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, jadwal visitasi untuk penilaian SRC 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur di Smamda Sidoarjo menurut rencana akan dilaksanakan pada Rabu, 11 November 2026, yang akan dilakukan mulai pagi hari sekitar pukul 08.30 WIB.

Smamda Sidoarjo di jenjang SMA dalam ajang tersebut akan bersaing ketat dengan SMA serta Madrasah Aliyah yang mewakili kabupaten/kota lainnya se-Jawa Timur.***