MAKLUMAT — KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur Senin malam (27/4) sekitar pukul 20.30 WIB.
Benturan keras mengakibatkan setidaknya 4 orang dilaporkan tewas, melukai puluhan penumpang, serta mengganggu operasional 13 perjalanan kereta api secara nasional.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengungkapkan hingga dini hari proses evakuasi masih berlangsung. Tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi enam hingga tujuh penumpang yang terjebak di dalam gerbong KRL.
“Untuk posisi korban yang masih terjepit di gerbong KRL sampai malam hari ini sekitar enam sampai tujuh orang,” kata Bobby, dikutip dari Antara, Selasa (28/4).
Bobby menjelaskan tim gabungan menggunakan alat berat dan melakukan pemotongan rangkaian kereta untuk membuka akses evakuasi. Petugas juga menyalurkan oksigen dan pertolongan darurat kepada korban yang masih terjebak sambil menunggu proses penyelamatan tuntas.
KAI memotong sebagian rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dan menarik gerbong ke arah Stasiun Bekasi agar tim evakuasi bisa bekerja lebih cepat. Petugas terus mempercepat pemotongan mekanis pada bagian rangkaian yang menutup akses menuju korban.
Hingga pukul 01.00 WIB, KAI mencatat empat penumpang meninggal dunia. Seluruh korban tewas berasal dari penumpang KRL yang menerima benturan langsung. Selain itu, 71 korban luka menjalani observasi dan perawatan di sejumlah rumah sakit.
KAI memastikan seluruh korban mendapat penanganan medis. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan tim medis agar proses penanganan korban berjalan cepat.
Bobby menambahkan, masinis dilaporkan selamat. Namun, sejumlah petugas serta penumpang kereta jarak jauh juga mengalami luka akibat benturan keras saat insiden terjadi.
Menhub Turun Langsung
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turun langsung ke lokasi bersama jajaran direksi PT KAI untuk memantau proses evakuasi. “Kami dari Kementerian Perhubungan dan direksi PT KAI hadir langsung di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur ini,” ujar Dudy.
Menhub menyampaikan duka cita kepada keluarga korban meninggal dan menyampaikan keprihatinan mendalam kepada korban luka. Pemerintah, kata dia, memprioritaskan evakuasi penumpang yang masih berada di dalam gerbong serta mempercepat akses layanan kesehatan bagi korban.
Soal penyebab kecelakaan, KAI belum menyimpulkan. Bobby menyebut dugaan awal berkaitan dengan gangguan operasional di wilayah Bekasi Timur. Namun, KAI menyerahkan investigasi penuh kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan penyebab pasti insiden.
13 Perjalanan KA Dibatalkan
Imbas kecelakaan Argo Bromo Anggrek dan KRL langsung menjalar ke operasional nasional. PT KAI membatalkan 13 perjalanan kereta api jarak jauh untuk mendukung operasi penyelamatan di lokasi kejadian. KAI juga menyampaikan belasungkawa kepada korban dan meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak pembatalan.
Berikut 13 perjalanan KA yang dibatalkan:
- KA Gunungjati (Cirebon–Gambir)
- KA Purwojaya (Cilacap–Gambir)
- KA Purwojaya (Gambir–Cilacap)
- KA Madiun Jaya (Madiun–Pasar Senen)
- KA Argo Sindoro (Semarang Tawang–Gambir)
- KA Mataram (Solo Balapan–Pasar Senen)
- KA Gumarang (Surabaya Pasarturi–Pasar Senen)
- KA Singasari (Blitar–Pasar Senen)
- KA Jayabaya (Malang–Pasar Senen)
- KA Manahan (Solo Balapan–Gambir)
- KA Progo (Lempuyangan–Pasar Senen)
- KA Argo Anjasmoro (Surabaya Pasarturi–Gambir)
- KA Menoreh (Semarang Tawang–Pasar Senen)
KAI meminta pelanggan memantau perkembangan informasi melalui aplikasi resmi, media sosial perusahaan, dan layanan pelanggan. Hingga Selasa pagi, proses penanganan di lokasi masih berlangsung, sementara KAI menyiapkan langkah pemulihan operasional secara bertahap. ***














