MAKLUMAT — Isa Ikbalul Surur, warga Muhammadiyah asal Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, menjadi salah satu dari 15 delegasi Indonesia yang terpilih untuk mengikuti ajang Connect Live 2026 di Google Singapore, Singapura.
Ajang yang dihelat pada 30-31 Juli 2026 lalu tersebut merupakan forum internasional, yang secara resmi diselenggarakan Google bagi kontributor Google Maps (Local Guides) dari berbagai negara di dunia. Di antaranya dari Regional Asia Pasifik seperti Hong Kong, Australia, Selandia Baru, India, Pakistan, Bangladesh, Jepang, Kamboja, Indonesia, dan banyak lagi.
Isa berada di Singapura sejak 29 Juli hingga 1 Agustus 2026 untuk mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai sesi diskusi, contribution walk, hingga berbagai kegiatan kolaboratif bersama komunitas Local Guides dari berbagai negara.
Kepada Maklumat.id, Isa menceritakan perjalanannya selama hampir satu dekade aktif berkontribusi di Google Maps dan Local Guides Connect dengan membagikan foto, ulasan, serta informasi mengenai berbagai lokasi di Indonesia.
Melalui platform tersebut, ia membagikan cerita, informasi, dan ulasan berbagai lokasi, terutama memperkenalkan sejumlah masjid Muhammadiyah, di antaranya Masjid Al Ikhlash Deltasari Waru, Masjid Ar Royyan Muhammadiyah Buduran, serta beberapa masjid Muhammadiyah lainnya.
Cerita-cerita, informasi, dan ulasan-ulasan tentang masjid-masjid Muhammadiyah itulah yang mengantarkan sosok alumnus Universitas Negeri Malang (UM) itu membangun jejaring luas dan akhirnya terpilih sebagai salah satu dari 15 delegasi Indonesia pada ajang Connect Live 2026. Ulasan-ulasan informasinya dilihat oleh jutaan user dan membantu masyarakat menemukan lokasi yang dituju.

Menurut Isa, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menilai banyak masjid Muhammadiyah memiliki lingkungan yang bersih, nyaman, ramah bagi musafir, serta aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Melalui Google Maps dan Local Guides Connect, ia berupaya membagikan informasi tersebut agar dapat diakses masyarakat luas, sekaligus memperkenalkan potensi serta bentuk pelayanan dan program-program masjid Muhammadiyah kepada komunitas global.
Selain memperkenalkan masjid, Isa juga menaruh perhatian pada pengembangan ekosistem digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, Google Maps dapat membantu masyarakat memperoleh informasi yang akurat sekaligus memudahkan usaha-usaha lokal sehingga lebih mudah ditemukan.
Keikutsertaannya dalam ajang Connect Live 2026, menguatkan keyakinannya bahwa teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan manfaat.
Kontribusi digital yang dilakukan secara konsisten, kata Isa, akan mampu membantu masyarakat memperoleh informasi sekaligus memperkenalkan potensi Indonesia, termasuk masjid, UMKM, serta berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Tak cuma itu, ia menilai peluang besar untuk kolaborasi antara Muhammadiyah dengan ekosistem Google Maps dan Local Guides untuk memperkuat literasi digital serta meningkatkan kualitas informasi mengenai masjid, sekolah, rumah sakit, perguruan tinggi, panti asuhan, UMKM, hingga berbagai Amal Usaha Muhammadiyah agar lebih mudah diakses masyarakat.
“Saya berharap semakin banyak warga Muhammadiyah yang ikut berkontribusi di Google Maps,” ujar sosok yang juga merupakan anggota Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) itu.
“Kontribusi sederhana seperti membagikan foto, menulis ulasan, memperbarui informasi, maupun mendokumentasikan Amal Usaha Muhammadiyah dapat menjadi bentuk kontribusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Muhammadiyah kepada dunia,” tandas Isa.***













