Deklarasi Partai Gema Bangsa: Bukan Milik Korporasi, Dukung Prabowo di 2029

MAKLUMAT — Partai Gema Bangsa secara resmi mendeklarasikan diri sebagai kekuatan politik baru, Sabtu (17/1/2026). Mengusung tema Mandiri di Negeri Sendiri, deklarasi yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC),  Senayan, Jakarta Pusat ini sekaligus menandai setahun perjalanan partai sejak diluncurkan pada Januari 2025. Partai Gema bangsa menyatakan diri sebagai wadah perjuangan politik berbasis kemandirian nasional dan desentralisasi kekuasaan.

Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq menegaskan partainya tidak dibangun sebagai partai korporasi. “Gema Bangsa bukan milik segelintir orang atau kepentingan modal. Ini milik bersama sebagai alat perjuangan untuk kemandirian bangsa,” kata Ahmad Rofiq dalam pidatonya.

Ia menjelaskan, struktur partai di tingkat wilayah dan daerah diberikan kewenangan luas untuk mengelola organisasi secara mandiri. Menurut dia, kemandirian internal menjadi fondasi agar partai tidak tersandera kepentingan pusat maupun kekuatan eksternal. “Kami ingin partai ini tumbuh dari daerah, bergerak sesuai kebutuhan rakyat di wilayahnya,” ujarnya.

Deklarasi tersebut juga menandai peluncuran Gerakan Mandiri Bangsa, sebuah gerakan politik yang diarahkan untuk mendorong kedaulatan Indonesia dalam pengambilan keputusan politik, ekonomi, dan pembangunan nasional. Gema Bangsa menyebut gerakan ini sebagai upaya menghidupkan kembali cita-cita kemerdekaan dalam konteks politik kontemporer.

Baca Juga  Pertama Ada, Kompetisi Gema Cipta Lagu untuk Partai Gema Bangsa: Libatkan Juri Para Musisi Nasional

Ketua Panitia Deklarasi Joko Nugroho mengatakan, hingga awal 2026 struktur kelembagaan partai telah terbentuk lengkap di seluruh Indonesia. “Kami sudah memiliki 38 Dewan Pimpinan Wilayah di tingkat provinsi dan 514 Dewan Pimpinan Daerah di kabupaten dan kota,” kata Joko. Ia menyebut, capaian tersebut menjadi modal awal partai untuk masuk dalam dinamika politik nasional.

Dalam deklarasi itu, Gema Bangsa menetapkan tiga visi utama, yakni Indonesia Mandiri, Desentralisasi Politik, dan Indonesia Reborn. Visi Indonesia Mandiri dimaknai sebagai tekad membangun bangsa yang mampu mengelola sumber daya sendiri dan tidak bergantung pada kekuatan asing. Fokusnya diarahkan pada kemandirian ekonomi dan politik dengan menempatkan petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai subjek utama kebijakan.

Sementara visi Desentralisasi Politik diarahkan pada penguatan demokrasi dari daerah. Gema Bangsa menilai demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh jika kewenangan politik tidak terpusat dan kepemimpinan lokal diberi ruang untuk berkembang sesuai karakter wilayahnya. Adapun visi Indonesia Reborn dipahami sebagai pembaruan tata kelola politik nasional melalui praktik kekuasaan yang melayani, pembangunan berkelanjutan, serta pelibatan generasi muda dalam proses pengambilan keputusan.

Baca Juga  Desentralisasi Politik, Strategi Utama Partai Gema Bangsa Hadapi Pemilu 2029

Deklarasi dihadiri sekitar 5.000 undangan dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan pengurus pusat, wilayah, dan daerah, tokoh publik, akademisi, mahasiswa, petani, nelayan, buruh, serta simpatisan dari seluruh provinsi. Sejumlah pejabat negara dan pimpinan partai politik juga tampak hadir.

Di sisi lain, Ketua Bidang Kader dan Kepemimpinan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gema Bangsa Hardiansyah menyatakan partainya saat ini mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk Pemilihan Presiden 2029. Dukungan tersebut, menurut dia, dilandasi kesamaan pandangan soal kemandirian nasional. “Prabowo sering menyampaikan soal berdiri di kaki sendiri dan mandiri di negeri sendiri. Itu sejalan dengan visi kami,” kata Hardiansyah.

Meski demikian, ia menegaskan dukungan itu masih bersifat dinamis. Gema Bangsa, kata dia, sejauh ini memilih mendukung program-program pemerintah yang dinilai berpihak pada kepentingan nasional.