MAKLUMAT — Pengembangan kader dalam organisasi mahasiswa tidak selalu berlangsung melalui diskusi, kajian, atau perkaderan formal. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ganesha Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mencoba menghadirkan ruang lain melalui kegiatan olahraga.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Last Smash IMM Ganesha 2026 yang berlangsung pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan yang diinisiasi Bidang Seni, Olahraga, dan Rekreasi (Senora) ini menjadi salah satu agenda penutup kepengurusan IMM Ganesha periode 2025–2026.
Sebanyak 24 tim dari berbagai komisariat IMM di lingkungan UNESA mengikuti pertandingan tersebut. Panitia membagi peserta ke dalam dua kategori, yakni 16 tim ganda campuran dan delapan tim ganda putra.
Ketua Pelaksana Last Smash IMM Ganesha 2026, Raga Syaifut, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan kader dari berbagai komisariat melalui aktivitas olahraga. Menurutnya, pertemuan semacam ini dapat membantu membangun hubungan antarkader yang selama ini lebih banyak berinteraksi dalam kegiatan organisasi.
“Program kerja yang diinisiasi oleh Bidang SENORA ini bukan sekadar penutupan di akhir periode, tetapi juga menjadi ruang untuk melatih kekompakan dan membangun solidaritas antarkomisariat,” ujarnya.
Raga menilai kegiatan olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat identitas organisasi. Ia berharap aktivitas semacam ini tetap membawa nilai-nilai positif yang telah dibangun bersama oleh kader IMM di lingkungan UNESA.
“Kami yakin melalui kegiatan seperti ini, IMM memiliki identitas yang kuat dalam berorganisasi tanpa mengurangi nilai-nilai dan hal positif yang selama ini telah kita bangun bersama,” jelasnya.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum IMM Ganesha, Dika Agus Irawan. Ia menyebut organisasi perlu memberikan kesempatan kepada kader untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang.
Selama ini, kegiatan intelektual dan perkaderan formal memang menjadi bagian penting dalam organisasi, tetapi keduanya bukan satu-satunya ruang pengembangan diri.
“Hal semacam ini membuktikan bahwa IMM berupaya mewadahi potensi seluruh kader dan mencoba memaksimalkan pengembangannya,” ujarnya.
Menurut Dika, minat dan bakat kader juga perlu mendapat perhatian melalui kegiatan seni, olahraga, maupun aktivitas lain yang sesuai dengan potensi masing-masing. Dengan begitu, setiap kader mempunyai kesempatan untuk berproses melalui bidang yang mereka minati.
“Organisasi harus mampu menjadi ruang aktualisasi bagi setiap kader, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki,” tegasnya.
Selama pertandingan berlangsung, para peserta mengikuti kompetisi sesuai kategori yang telah ditentukan panitia. Pertandingan berjalan dalam suasana kompetitif dengan tetap mengedepankan sportivitas dan kerja sama antarpasangan.
Pada akhir kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang. Untuk kategori ganda putra, pasangan Okta dan Rio meraih juara pertama, sedangkan Yusril dan Alghi menempati posisi kedua.
Adapun kategori ganda campuran menempatkan pasangan Yusril dan Elwia sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Raga dan Keyza, sementara Zulfa dan Jingga menempati juara ketiga.
Panitia juga membagikan stiker Last Smash IMM Ganesha 2026 kepada seluruh peserta sebagai kenang-kenangan. Mereka turut menyediakan roti bagi peserta sebelum mengikuti pertandingan.
Dika menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini, IMM Ganesha berharap olahraga dapat menjadi bagian dari proses pengembangan kader. Pengalaman tersebut diharapkan mendorong komisariat untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberi ruang bagi kader dalam mengembangkan minat dan kemampuannya.
“Bagi IMM Ganesha, pengembangan kader tidak harus selalu bertumpu pada kegiatan formal organisasi,” jelasnya.
*) Penulis: M Habib Muzaki













