Dino Patti Djalal Minta Gibran Klarifikasi soal Gugatan Ijazah

gibran

MAKLUMAT — Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan klarifikasi terkait gugatan yang diajukan pakar hukum tata negara Denny Indrayana ke Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai ijazah SMA Gibran.

Dino menyampaikan pandangannya melalui akun X pribadinya @dinopattidjalal, Ahad (13/9/2026). Ia mengatakan terus memantau upaya Denny menggugat persoalan ijazah SMA Gibran.

Menurut Dino, masyarakat berhak mengetahui kualifikasi pemimpin, termasuk dugaan persoalan administratif yang berkaitan dengan persyaratan pencalonan wakil presiden. Ia menilai persoalan tersebut perlu dijelaskan karena berkaitan dengan proses pemilu dan kepatuhan terhadap hukum.

“Sebagai political scientist, saya memandang rakyat punya hak yang mutlak untuk mengetahui kualifikasi pemimpinnya,” kata Dino.

Ia juga menekankan bahwa aturan yang berlaku bagi warga negara harus diterapkan kepada siapa pun, termasuk Gibran. Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan penjelasan mengenai tuduhan yang muncul dalam perkara tersebut.

Dino kemudian meminta Gibran merespons tuduhan yang disampaikan Denny. Ia menilai klarifikasi dari Gibran dapat menjadi kesempatan bagi Wakil Presiden untuk menjelaskan persoalan tersebut secara langsung kepada publik.

“Gibran perlu memberikan klarifikasi terhadap tuduhan Denny Indrayana, apa pun konsekuensinya,” ujarnya.

Baca Juga  Desakan Gibran Mundur Menguat, Ray Rangkuti: Rasa Keadilan Publik Terusik

Dino membandingkan sikap Gibran dengan Presiden Joko Widodo yang menurutnya pernah memberikan respons terhadap persoalan serupa yang diajukan Roy Suryo dan sejumlah pihak. Ia menilai hingga kini Gibran belum memberikan tanggapan langsung atas tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Menurut Dino, Gibran justru terlihat mengandalkan pembelaan dari pihak lain yang dinilainya belum tentu mengetahui kondisi sebenarnya mengenai ijazah SMA tersebut. Karena itu, ia meminta Gibran menjelaskan sendiri persoalan yang menyangkut integritas dan kredibilitasnya.

“Bagi saya, logikanya sederhana: kalau Gibran tidak bisa dan tidak berani membela integritas dan kredibilitas dirinya sendiri, bagaimana dia akan bisa dan berani membela integritas NKRI jika diserang?” katanya.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki