Gebyar Kokurikuler “EKSPRESI” di SMPN 2 Porong, Siswa Unjuk Kreativitas hingga Budaya Nusantara

MAKLUMAT — SMP Negeri (SMPN) 2 Porong Sidoarjo menghelat kegiatan bertajuk Gebyar Kokurikuler “EKSPRESI” (Eksplorasi Budaya, Kreasi Tanpa Batas, Wirausaha Hebat) pada Sabtu (9/5/2026), di mana ratusan siswa unjuk kebolehan dalam memadukan kreativitas, kewirausahaan, dan pelestarian budaya.

Kegiatan yang menunjukkan komitmen sekolah dalam mencetak generasi muda yang unggul tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga kaya akan keterampilan hidup (life skills) itu, dibuka secara simbolis oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Dr Tirto Adi MPd. Tampak hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdillah Nasih SM, jajaran Forkopimka Porong, Komite Sekolah, orang tua/wali murid kelas 9, serta seluruh dewan guru.

Kepala SMPN 2 Porong, Matnuri SPd MM, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dari kelas 7 hingga kelas 9 dengan fokus pengembangan yang berkesinambungan.

Ia menyebut, para kelas 7 dan 8 difokuskan pada keterampilan praktis dan kemandirian ekonomi. Mereka memamerkan keahlian merangkai bunga, memasak, hingga mengolah produk layak jual. Tak hanya membuat, para siswa juga dibekali strategi pemasaran sebagai simulasi dunia kerja nyata.

Sementara itu, siswa kelas 9 menampilkan kemegahan budaya Nusantara. Melalui delapan kelas yang ada, para siswa menyuguhkan keragaman dari berbagai provinsi, mulai dari Aceh, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sidoarjo (Jawa Timur), Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Baca Juga  4 Pesan Penting Staf Ahli Mendikdasmen untuk Para Wisudawan SD Muhammadiyah 1 Setu Bekasi

Penampilan tersebut mencakup seni tari, pakaian adat, replika rumah adat, hingga sajian kuliner khas daerah yang membuat suasana kegiatan semakin semarak.

“Kegiatan ini mengandung makna mendalam agar anak-anak memiliki kecakapan dalam gotong royong, kerja sama tim, serta kedisiplinan. Kami ingin mereka punya ‘lompatan’ untuk menjadi wirausahawan sukses, tidak hanya terpaku pada cita-cita menjadi pegawai kantor,” kata Matnuri di sela acara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Dr Tirto Adi MPd, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kegiatan tersebut. Menurutnya, esensi pendidikan yang sesungguhnya adalah memberikan bekal komprehensif untuk masa depan, yang tidak cukup jika hanya dilakukan di dalam kelas (intrakurikuler).

“Pendidikan harus memberikan bekal pengalaman dan wawasan. Di era sekarang, skill dan karakter yang kuat adalah kunci. Hal itu dibentuk melalui praktik lapangan dan kerja sama seperti yang kita lihat hari ini,” tandasnya.

Selain memuji kreativitas siswa, Tirto Adi juga menitipkan pesan krusial kepada kepala sekolah dan para guru untuk mengawal keberlanjutan pendidikan siswa kelas 9. Ia menegaskan program “Wajib Sekolah” harus terlaksana dengan tuntas.

“Saya titip, pastikan seluruh lulusan SMPN 2 Porong melanjutkan sekolah. Tidak boleh ada yang putus sekolah! Baik itu ke SMA, SMK, Madrasah Aliyah, maupun Pondok Pesantren. Mengantarkan mereka ke jenjang lebih tinggi adalah tanggung jawab kita bersama untuk masa depan bangsa,” pungkasnya.

Baca Juga  Menko PMK di Peringatan Hari Anak Nasional 2025: Hidup Sehat dan Bijak Memanfaatkan Teknologi