MAKLUMAT — Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) Tuban bersama Yayasan Amanah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban menggelar kegiatan Gebyar Ramadan Inklusi pada 14-15 Maret 2026 di Masjid Amanah Merakurak.
Mengangkat tema “Membaca Tak Harus Melihat, Menyayangi Tak Harus Mengenal”, kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam mendorong inklusivitas, khususnya bagi penyandang disabilitas netra dalam mengakses pembelajaran Al-Qur’an.
Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini, yang juga dihadiri oleh 23 anak yatim beserta pendampingnya, serta jamaah Masjid Amanah. Kegiatan ini turut menghadirkan dua instruktur dari Semarang dan Tulungagung yang memberikan pelatihan intensif dalam program Training of Trainers (ToT) Al-Qur’an Braille.
Ketua HIDIMU Jawa Timur, Setiawan Gema Budi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program ToT Al-Qur’an Braille yang telah dilaksanakan pada November 2025 lalu.
“Program ini bertujuan mencetak kader pengajar Al-Qur’an Braille agar semakin banyak penyandang disabilitas netra yang dapat belajar Al-Qur’an secara mandiri,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Maklumat.id pada Kamis (19/3/2026).
Selain pelatihan, kegiatan ini juga diisi dengan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan. Suasana kebersamaan tampak hangat dengan kehadiran peserta, pendamping, dan jamaah yang turut meramaikan kegiatan.
Menurut Setiawan yang juga disabilitas netra, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial.
“Kami ingin menghadirkan ruang inklusi yang nyata, di mana semua orang bisa belajar, berbagi, dan saling peduli tanpa memandang keterbatasan,” kata dia.
Melalui kegiatan ini, HIDIMU Tuban berharap dapat terus mengembangkan program inklusi, khususnya dalam pendidikan keagamaan, serta memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat luas.











