MAKLUMAT — Konflik antara AS–Israel dan Iran dapat berdampak ke pariwisata global. Hal ini bisa kita lihat dari Bandara Internasional Dubai (DXB) yang sempat terganggu operasionalnya. Sebagai informasi, ini adalah bandara tersibuk di dunia yang konsisten memimpin dalam jumlah penumpang internasional dan menghubungkan ratusan destinasi global.
Bandara internasional ini sempat mengalami gangguan operasional akibat dampak serangan yang turut memengaruhi aktivitas di bandara tersebut. Jika gangguan ini berlangsung lama, maka akan berefek terhadap penurunan kunjungan wisatawan ke tempat wisata di berbagai negara.
Sebelumnya, serangan yang dimulai oleh pihak AS-Israel dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Republik Islam Iran. Selain itu juga telah melanggar pasal 2 ayat (4) PBB tentang pelarangan ancaman dan penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.
AS dan Israel menyerang Iran memiliki tujuan tersendiri, yaitu untuk melemahkan rezim dan melumpuhkan kemampuan militer terutama rudal di negara tersebut. Lalu pada Ahad (1/3/2026), Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Khamenei terkonfirmasi telah meninggal setelah serangan terjadi.
Konflik yang terjadi di Timur Tengah ini ternyata tidak hanya berdampak kepada kawasan di sekitar daerah konflik saja. Namun juga berdampak bagi negara-negara yang pemasukan utamanya berada di sektor pariwisata.
Kita ambil contoh Indonesia, khususnya Provinsi Bali, di mana sektor dengan pemasukan terbesar di daerah tersebut adalah pariwisata. Terutama wisatawan mancanegara yang berasal dari Eropa maupun Timur Tengah yang banyak berkunjung ke Bali.
Dampak dari konflik tersebut adalah pengurangan wisatawan mancanegara masuk ke Bali. Kenapa hal ini bisa terjadi? Sebab jalur udara dari dan ke Bali sedang tidak baik-baik saja jika perang ini terus berkecamuk.

Dilihat dari sebuah berita, bahwasannya langit di Dubai mulai terasa mencekam. Hal ini membuat citra Uni Emirat Arab (UEA) sebagai tempat teraman menjadi terancam dan jalur udara UEA sebagai jalur internasional tidak aman untuk dilewati.
Selain itu, penghentian operasional DXB sempat membuat 280 penerbangan dibatalkan dan 250 penerbangan lainnya mengalami penundaan. Adanya penghentian operasional tersebut membuat beberapa negara termasuk Indonesia, terutama Provinsi Bali jelas khawatir dengan kondisi sektor pariwisatanya.
Dubai sebagai gerbang sebelum masuk ke Bali, menjadi acuan utama bagi wisatawan yang berasal dari Eropa serta Timur Tengah untuk bisa berwisata dengan aman dan selamat. Sehingga adanya penutupan bandara maupun serangan di kawasan Timur Tengah membuat para wisatawan memilih untuk diam di negara sendiri daripada pergi ke luar negeri.
Kondisi ini membuat wisata di Bali mulai terancam, terlebih pemasukan utamanya berasal dari wisatawan Eropa. Ini menandakan bahwasannya konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah bukan hanya sebatas pada sektor politik, ekonomi, dan militer saja. Tapi juga pada sektor wisata di negara-negara yang banyak pemasukannya dari pariwisata.
Perlu adanya langkah yang nyata untuk menyelesaikan konflik negara-negara ini. Baik AS-Israel maupun Iran seharusnya sadar terhadap tindakan yang mereka lakukan. Perlu adanya upaya-upaya damai dari pihak-pihak terkait agar perang yang sedang berlangsung bisa diselesaikan dengan tuntas dan mendapatkan penyelesaian yang jelas.
Upaya damai tersebut harus ditemukan secepatnya. Sebab makin lama perang ini terjadi, maka keadaan dunia makin sulit. Bisa kita lihat bahwasannya kedua belah pihak tersebut melakukan serangan di wilayah dan jalur internasional yang sangat vital. Ego dan ambisi dari kedua negara harus ditekankan, mediasi antara kedua belah pihak harus segera dilakukan agar dunia baik-baik saja.












