Gus Fahrur Dorong Muktamar NU Dipercepat, Tegaskan Harus Lewat Konbes

nu

MAKLUMAT – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi mendorong percepatan pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Langkah ini guna menyelesaikan konflik internal yang belakangan mencuat di tubuh organisasi.

Meski demikian, sosok yang akrab disapa Gus Fahrur itu menjelaskan percepatan muktamar harus tetap mengikuti mekanisme organisasi. Ia menyebut Konferensi Besar (Konbes) PBNU menjadi pintu awal yang wajib ditempuh.

“Saya setuju muktamar dipercepat agar konflik tidak berlarut-larut. Tapi prosesnya harus melalui Konbes terlebih dahulu,” kata Gus Fahrur, Jumat (23/1/2026).

Menurut dia, percepatan muktamar sah dilakukan selama disepakati secara kolektif melalui forum resmi PBNU. Langkah tersebut justru bisa menjadi solusi untuk meredam ketegangan di internal kepengurusan.

Gus Fahrur memperkirakan, apabila seluruh tahapan organisasi berjalan lancar, Muktamar NU dapat digelar pada pertengahan tahun 2026.

“Kalau prosesnya bisa segera berjalan, paling lambat pertengahan tahun ini muktamar bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan keputusan final sepenuhnya berada di tangan PBNU melalui mekanisme formal, karena idealnya PBNU menggelar rapat pleno terlebih dahulu sebelum memutuskan Konbes dan Muktamar.

“Idealnya ada rapat pleno, lalu Konbes untuk menentukan waktu dan pelaksanaan muktamar,” tutur dia.

Baca Juga  Reorientasi Peran Politik non-Partai NU

Terkait kemungkinan muktamar digelar sebelum peringatan Hari Lahir (Harlah) NU, Gus Fahrur menyebut hal tersebut masih sangat bergantung pada dinamika rapat internal PBNU yang hingga kini belum berjalan.

Saat ditanya mengenai rencana rapat gabungan PBNU untuk membahas Musyawarah Nasional (Munas) atau Konbes, Gus Fahrur mengaku belum menerima informasi adanya agenda tersebut.