Haedar Nashir: Kurangi Pendapat, Perbanyak Pendapatan!

MAKLUMAT — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir berpesan kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Muhammadiyah agar mengurangi teori dan memperbanyak aksi nyata. Menurutnya, kreativitas dan keberanian memulai usaha lebih dibutuhkan daripada sekadar memperbanyak diskusi.

“Pesan saya bahwa kegiatan pariwisata dan ekonomi itu tinggal dipraktikkan saja. Jangan terlalu banyak teori,” kata Haedar saat membuka Silaturahmi Nasional (Silatnas) Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammadiyah di Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu malam (24/10/2026).

Pesan tersebut menegaskan pentingnya mengubah gagasan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Haedar berharap pelaku ekonomi kreatif Muhammadiyah tidak berhenti pada perencanaan, tetapi berani mengambil langkah nyata untuk mengembangkan usaha.

Haedar Ingatkan LPEK Muhammadiyah Tidak Tumpang Tindih

Dalam kesempatan itu, Haedar juga mengingatkan Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) PP Muhammadiyah sebagai lembaga baru agar tidak tumpang tindih dengan kegiatan ekonomi yang telah berjalan di lingkungan persyarikatan.

Menurutnya, LPEK perlu memiliki fokus yang jelas, terutama dalam mengembangkan kreativitas dan menciptakan peluang usaha baru.

“Jadi kalau menggarap yang sudah ada itu bukan ekonomi kreatif, tapi ekonomi stabil gitu ya,” tuturnya.

Baca Juga  Syawalan 1447 H, Muhammadiyah Bondowoso Resmikan Enam Amal Usaha Strategis

Pesan tersebut menekankan pentingnya pembeda antara kegiatan ekonomi yang telah mapan dan pengembangan ekonomi kreatif yang mengandalkan gagasan, inovasi, serta penciptaan nilai tambah.

Dengan fokus yang jelas, LPEK diharapkan dapat membuka ruang bagi lahirnya berbagai inisiatif di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi warga Muhammadiyah maupun masyarakat luas.

Haedar Nashir Soroti Mental Wirausaha Umat Islam

Haedar juga menyoroti mental kewirausahaan umat Islam yang dinilainya masih perlu diperkuat. Menurutnya, sebagian orang masih diliputi ketakutan ketika hendak memulai usaha.

Padahal, keberanian untuk mencoba menjadi salah satu modal penting dalam membangun bisnis. Terlalu banyak mempertimbangkan risiko tanpa diikuti tindakan dapat membuat peluang usaha terlewatkan.

Untuk menggambarkan hal tersebut, Haedar merujuk analogi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tentang bisnis yang diibaratkan seperti berenang.

Seseorang tidak akan mahir berenang hanya dengan mempelajari teori. Ia perlu masuk ke kolam dan berlatih secara langsung. Demikian pula dalam bisnis, pengetahuan perlu disertai keberanian mengambil langkah dan pengalaman praktik.

Analogi tersebut menjadi pengingat bahwa membangun usaha membutuhkan pembelajaran yang berkelanjutan, keberanian mencoba, serta kesiapan menghadapi tantangan.

Baca Juga  Sukseskan Satu Dapil Satu Caleg KaderMu, Arif An: Rumongso Iso dan Iso Rumongso

Meneladani Abdurrahman bin Auf, Saudagar yang Mendukung Dakwah

Haedar juga mengajak umat Islam meneladani Abdurrahman bin Auf, sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai saudagar sukses dan dermawan.

Menurut Haedar, keberhasilan ekonomi seharusnya tidak berhenti pada pencapaian kekayaan pribadi. Kemampuan ekonomi juga dapat menjadi sarana untuk mendukung dakwah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Keteladanan Abdurrahman bin Auf memperlihatkan bagaimana aktivitas perdagangan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan komitmen keagamaan.

Bagi pelaku ekonomi kreatif Muhammadiyah, pesan tersebut menjadi dorongan untuk membangun usaha yang produktif sekaligus memiliki dampak sosial.***