Jawa Timur Provinsi Tertinggi HIV/AIDS, 10.612 Kasus

HIV AIDS

MAKLUMAT – Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus baru HIV/AIDS tertinggi di Indonesia sepanjang tahun 2025.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah mengingat mayoritas penderita berada pada kelompok usia produktif yang menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi dan sosial.

Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga)/BKKBN, Budi Setyono, mengungkapkan bahwa penyebaran HIV di Indonesia masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah dengan tingkat urbanisasi dan mobilitas penduduk yang tinggi.

Menurutnya, sekitar 76 persen kasus HIV nasional terkonsentrasi di 11 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Bali, Papua, Papua Tengah, Sulawesi Selatan, Banten, serta Kepulauan Riau.

“Konsetrasi kasus tersebut tidak terlepas dari tingginya urbanisasi, mobilitas penduduk, dan aktivitas ekonomi yang memperbesar interaksi sosial,” ujar Budi, dalam siaran pers, Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan, pada 2025 diperkirakan terdapat sekitar 564 ribu orang hidup dengan HIV (ODHIV) di Indonesia. Namun hingga Maret 2025, baru sekitar 356.638 orang atau 63 persen yang mengetahui status kesehatannya.

Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 67 persen yang menjalani terapi antiretroviral (ARV), sedangkan sekitar 55 persen berhasil mencapai supresi virus.

Baca Juga  Songsong Indonesia Emas, Kadin Jatim Dorong Anggotanya Tingkatkan Kualitas SDM

Data ini menunjukkan masih banyak penderita HIV yang belum mendapatkan penanganan optimal dan berpotensi meningkatkan risiko penularan.

Menjadi perhatian, sebanyak 74 persen ODHIV yang teridentifikasi berada pada rentang usia 25 hingga 49 tahun. Kelompok ini merupakan usia produktif yang memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi dan pembangunan.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Kasus Penyakit Berdasar Provinsi dan Jenis Penyakit 2025 yang diperbarui pada 16 Februari 2026, menunjukkan Jawa Timur berada di posisi pertama nasional untuk jumlah kasus baru HIV/AIDS.

Sepanjang tahun 2025, jumlah kasus baru HIV/AIDS di Jawa Timur mencapai 10.612 kasus.

Angka tersebut melampaui Jawa Barat yang mencatat 9.212 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 6.057 kasus.

Posisi berikutnya ditempati DKI Jakarta dengan 4.353 kasus dan Banten sebanyak 2.289 kasus.

Tingginya angka kasus di Jawa Timur dan sejumlah provinsi lain di Pulau Jawa tidak hanya dipengaruhi kepadatan penduduk yang tinggi, tetapi juga karena jangkauan layanan kesehatan yang relatif lebih luas sehingga proses skrining, pelacakan, dan deteksi dini dapat dilakukan secara lebih masif dibanding daerah lain.

Meski demikian, tingginya angka temuan kasus tetap menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat berbagai program pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.

Baca Juga  Jadwal Salat Jatim, Sabtu 18 Januari