Jawa Timur Tertinggi HIV/AIDS, Sri Wahyuni: Bukan Semata Masalah Kesehatan tapi Juga Sosial

hiv aids

MAKLUMAT – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni menegaskan bahwa tingginya kasus HIV/AIDS di Jawa Timur harus menjadi perhatian bersama.

“Kasus HIV/AIDS di Jawa Timur yang masih menempati urutan tertinggi secara nasional menjadi perhatian serius bagi kita semua. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan, edukasi, deteksi dini, dan pengobatan masih perlu diperkuat secara berkelanjutan,” ujar Sri Wahyuni, Kamis (11/6/2026).

Mantan perawat ini mengatakan, HIV/AIDS tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“HIV/AIDS bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, hingga keluarga,” katanya.

Ia menekankan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini menjadi salah satu langkah penting dalam menekan angka penularan.

“Yang terpenting saat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini, menghilangkan stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), serta memastikan akses layanan kesehatan dan terapi antiretroviral (ARV) tersedia secara merata. Dengan kolaborasi yang kuat, kita berharap angka kasus baru dapat ditekan dan kualitas hidup para penyandang HIV/AIDS semakin baik,” papar politisi Partai Demokrat ini.

Baca Juga  Banjir Bandang Situbondo, Yoyok DPRD Jatim Desak Pemprov Normalisasi Sungai

Dari sisi kebijakan, Sri Wahyuni mendorong pemerintah untuk memperkuat dukungan anggaran serta program edukasi yang menyasar kelompok rentan dan usia produktif.

“Perlu penguatan anggaran, program edukasi kesehatan reproduksi, skrining kelompok berisiko, serta dukungan terhadap fasilitas kesehatan agar layanan pencegahan dan penanganan HIV/AIDS semakin efektif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa investasi dalam program pencegahan dan penanganan HIV/AIDS merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur.

“Ini merupakan investasi penting untuk melindungi generasi produktif dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jawa Timur,” pungkas Sri Wahyuni.

Diketahui, data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Kasus Penyakit Berdasar Provinsi dan Jenis Penyakit 2025 yang diperbarui pada 16 Februari 2026, menunjukkan Jawa Timur berada di posisi pertama nasional untuk jumlah kasus baru HIV/AIDS. Sepanjang tahun 2025, jumlah kasus baru HIV/AIDS di Jawa Timur mencapai 10.612 kasus.