MAKLUMAT — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, meninjau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP pada hari pertama pelaksanaan, Senin (6/4/2026), di salah satu SMP di Bondowoso, dalam rangka memastikan pelaksanaan TKA perdana secara nasional tersebut berjalan lancar sesuai ketentuan.
Pelaksanaan TKA tingkat SMP di Bondowoso diikuti sebanyak 5.143 siswa dengan tingkat kehadiran mencapai 99,8 persen. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung pelaksanaan program evaluasi capaian akademik peserta didik.
Meski bersifat opsional, seluruh siswa SMP di Bondowoso tercatat mengikuti TKA. Hasil TKA akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam proses penerimaan murid baru melalui jalur prestasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2026.
“Secara aturan memang tidak wajib. Namun karena nilai TKA akan digunakan sebagai salah satu indikator dalam penerimaan siswa baru, maka semua siswa ikut,” jelas Taufan.
Selain menjadi bahan pertimbangan seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, hasil TKA juga dimanfaatkan sebagai dasar pemetaan kualitas pendidikan di daerah, khususnya pada aspek literasi dan numerasi.
Taufan menegaskan bahwa pelaksanaan TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Penetapan kelulusan tetap menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan.
Pelaksanaan TKA tingkat SMP diikuti oleh siswa kelas IX dengan materi yang mencakup dua aspek utama, yakni literasi (Bahasa Indonesia) dan numerasi (Matematika).
Secara nasional, pelaksanaan TKA tingkat SMP berlangsung mulai 6 hingga 16 April 2026 dan terbagi dalam empat gelombang. Sementara itu, pelaksanaan TKA di Bondowoso dibagi dalam dua gelombang menyesuaikan jumlah peserta dan kesiapan sekolah, yakni pada 6-7 April dan 8-9 April 2026.
Secara umum pelaksanaan TKA di Bondowoso berjalan dengan lancar. Hanya satu peserta yang tidak hadir karena sakit dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit serta dijadwalkan mengikuti ujian susulan. Kendala teknis juga sempat terjadi di salah satu SMP di wilayah Pujer akibat gangguan akses, namun telah diantisipasi melalui mekanisme susulan.
Pelaksanaan TKA tahun ini tidak didukung anggaran khusus. Seluruh kebutuhan operasional dipenuhi melalui pemanfaatan fasilitas yang tersedia di sekolah, termasuk perangkat ujian dan pembiayaan listrik melalui dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
“Tidak ada anggaran khusus. Semua menggunakan potensi yang ada di sekolah, termasuk pembiayaan listrik melalui BOSP,” tegas Taufan.
Pihak Dinas Pendidikan juga mengimbau satuan pendidikan untuk terus menjaga kesiapan pelaksanaan TKA, terutama dalam memastikan kondisi kesehatan peserta didik serta menciptakan suasana pelaksanaan ujian yang nyaman.
“Yang penting anak-anak tetap sehat dan tidak tegang. Jalani saja dengan santai dan rileks, tidak perlu takut,” pungkas Taufan.
Sementara itu, pelaksanaan TKA tingkat SD di Bondowoso dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026.













