MAKLUMAT — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelontorkan dana Rp30,1 miliar untuk mendukung 263 Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025.
Program tersebut melibatkan 199 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari upaya Kemdiktisaintek mendorong mahasiswa terlibat langsung menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
Data tersebut disampaikan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, dalam Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 di Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, 5–7 Juni 2026.
Menurut Fauzan, Program Mahasiswa Berdampak dirancang untuk membangun talenta mahasiswa yang mampu mengubah ilmu pengetahuan menjadi solusi konkret bagi masyarakat.
“Kita memiliki sekitar sepuluh juta mahasiswa di perguruan tinggi. Mereka adalah ujung tombak bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaat dari inovasi, hasil riset, dan pemikiran yang lahir dari kampus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada 2025 terdapat 957 proposal yang diajukan ke Kemdiktisaintek. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 263 proposal akhirnya memperoleh pendanaan.
Program ini mengusung pendekatan collective intelligence atau kolaborasi lintas disiplin ilmu. Mahasiswa dari berbagai bidang diajak bersama-sama memetakan masalah masyarakat lalu menghadirkan solusi berbasis data dan empati sosial.
Menurut Fauzan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari sisi administratif maupun teknis pelaksanaan, tetapi juga dampak riil yang dirasakan masyarakat.
“Yang ingin kita ukur adalah sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan perubahan, kapasitas lokal tumbuh, dan ilmu pengetahuan berkembang di komunitas,” katanya.
Seminar Dampak yang digelar Kemdiktisaintek bersama UAD menjadi forum evaluasi sekaligus diseminasi hasil program mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebanyak 60 tim terpilih yang terdiri atas dosen dan mahasiswa mempresentasikan hasil inovasi, pengabdian masyarakat, hingga dampak sosial dan ekonomi yang berhasil diciptakan melalui program tersebut.
Mewakili Rektor UAD, Wakil Rektor Bidang Akademik Sunardi mengatakan Program Mahasiswa Berdampak sejalan dengan semangat perguruan tinggi agar riset dan pengabdian masyarakat benar-benar memberikan manfaat luas.
“Harapannya, penelitian dan pengabdian tidak hanya berhenti di kampus, tetapi benar-benar memberi maslahat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek, I Ketut Adnyana, menegaskan bahwa program ini lahir dari semangat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menjadi bagian dari solusi persoalan bangsa.
Menurutnya, mahasiswa memiliki energi, idealisme, dan gagasan inovatif yang perlu difasilitasi agar menghasilkan perubahan konkret di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, konsep “berdampak” dalam program tersebut mencakup tiga dimensi utama, yakni dampak akademik, sosial, dan ekonomi.
Dalam kesempatan itu, Kemdiktisaintek juga mengungkapkan bahwa Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2026 segera diluncurkan.
Selain seminar dan presentasi program, kegiatan tersebut turut diramaikan dengan gelar karya yang menampilkan berbagai produk dan inovasi hasil Program Mahasiswa Berdampak dari kampus-kampus seluruh Indonesia.***













