KKN UINSA Bantu UMKM Sidosermo Perkuat Pemasaran Digital

UMKM

MAKLUMAT — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di RW 05 Kelurahan Sidosermo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, melalui Program Digitalisasi UMKM.

Pendampingan yang dimulai sejak Senin pekan lalu itu dilakukan secara door to door agar setiap pelaku usaha mendapat solusi sesuai dengan kebutuhan usahanya. Salah satu UMKM yang mengikuti program tersebut ialah Sempol Udin, usaha kuliner milik Zainudin yang telah beroperasi sejak 2017.

Selama hampir sembilan tahun menjalankan usahanya, Zainudin berupaya mempertahankan Sempol Udin di tengah persaingan kuliner. Ia pernah menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai, tetapi layanan itu tidak lagi dipakai karena sistem pengelolaan dana yang diterima dinilai belum sesuai dengan kebutuhan transaksi hariannya.

Selain itu, usahanya juga belum memiliki titik lokasi di Google Maps maupun akses pemasaran melalui platform pemesanan makanan daring. Kondisi itulah yang kemudian menjadi salah satu fokus pendampingan mahasiswa KKN UINSA.

“Alhamdulillah, saya sangat terbantu dengan pendampingan mahasiswa KKN. Sebelumnya saya belum memahami proses pendaftaran layanan digital. Semoga setelah memiliki QRIS, Google Maps, dan nantinya terdaftar di ShopeeFood, pelanggan semakin mudah menemukan usaha kami dan penjualan juga bisa meningkat,” ujar Zainudin, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga  IMM Dorong Pengusaha Muda Punya Daya Saing Global

Sebelum memulai pendampingan, mahasiswa KKN lebih dulu melakukan observasi dan wawancara dengan para pelaku UMKM di RW 05 Kelurahan Sidosermo. Mereka memetakan kebutuhan dan kendala yang dihadapi setiap usaha sehingga pendampingan tidak hanya berfokus pada Sempol Udin, tetapi juga menyasar UMKM lainnya di lingkungan tersebut.

“Kami sengaja tidak mengumpulkan seluruh pelaku UMKM dalam satu kegiatan sosialisasi. Pendampingan dilakukan dengan mendatangi setiap UMKM secara langsung agar para pelaku usaha lebih leluasa menyampaikan kebutuhan dan kendala yang mereka hadapi,” ujar Koordinator Program Digitalisasi UMKM KKN UINSA, Aulia Salsabila.

Berdasarkan hasil identifikasi itu, mahasiswa mendampingi pelaku usaha mendaftarkan DANA Bisnis dan SeaBank sebagai tahapan pengajuan QRIS baru. Mereka juga membantu pembuatan titik lokasi usaha di Google Maps serta proses pendaftaran ke ShopeeFood.

Seluruh tahapan dilakukan bersama pemilik usaha, mulai dari registrasi, verifikasi data, hingga pengenalan fitur layanan digital agar nantinya dapat dikelola secara mandiri setelah program KKN berakhir. “Dengan begitu, solusi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing UMKM sehingga hasil pendampingannya lebih maksimal,” ujarnya.

Pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil setelah sepekan pendampingan berlangsung. QRIS yang sebelumnya masih dalam tahap pengajuan kini telah dicetak dan digunakan sebagai metode pembayaran non-tunai. Pelanggan pun memiliki pilihan pembayaran yang lebih praktis, sementara pemilik usaha dapat melayani transaksi secara lebih mudah.

Baca Juga  LP UMKM PWM Jatim Gerak Cepat Ambil Peluang di Awal 2025

Di sisi lain, akun ShopeeFood milik Sempol Udin kini telah aktif dan siap menerima pesanan secara daring. Aktivasi SeaBank sebagai rekening penerima transaksi juga telah selesai sehingga mendukung operasional penjualan melalui platform tersebut.

Selain itu, lokasi usaha kini telah terdaftar di Google Maps sehingga pelanggan lebih mudah menemukan Sempol Udin. Mahasiswa KKN berharap pendampingan itu dapat membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing usaha.

“Harapan kami, semakin banyak pelaku UMKM di RW 05 Kelurahan Sidosermo yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya. Pendampingan ini kami upayakan agar pelaku usaha tidak hanya memahami layanan digital, tetapi juga dapat menggunakannya secara mandiri setelah program KKN selesai,” ujar Aulia.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki