Lautan Warga Iran Turun ke Jalan Iringi Jenazah Ali Larijani, Tak Gentar Perang Lawan AS-Israel

Ribuan warga Iran turun ke jalan di pusat Kota Teheran, mengiringi jenazah Ali Larijani pada Rabu (18/3/2026). (Foto: Tasnim)

MAKLUMAT — Lautan warga Iran tampak tumpah ruah di jalanan pusat ibu kota, Teheran, pada Rabu (18/3/2026). Mereka menyuarakan duka sekaligus mengiringi jenazah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani.

Momen tersebut dibagikan oleh salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran, Agiel Laksamana Putra, melalui kanal media sosial Instagram pribadinya.

“Saat mendengar berita resmi kesyahidan Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, masyarakat Iran khususnya di seluruh sudut kota Teheran menggelar pawai duka. Sejak dini hari, ribuan warga tumpah di jalanan pusat Kota Teheran,” tulisnya.

Tak cuma mengantarkan kepergian Ali Larijani, lautan manusia itu juga mengiringi jenazah sejumlah personel kapal militer Iran yang tewas diserang Amerika Serikat (AS), usai menjalani misi latihan maritim kemanusiaan di India beberapa waktu lalu.

“Siang tadi, (18/03/2026), dalam kondisi berpuasa, masyarakat Tehran menggelar majelis duka dan pengiringan jenazah Ali Larijani dan beberapa martir kapal perusak IRIS Dena Iran yang terkena serangan AS setelah selesai menggelar latihan maritim kemanusiaan di India, (4/3/2026),” kata Agiel.

Menurutnya, kematian para para tokoh Iran tersebut tidak menyurutkan semangat perlawanan masyarakat Iran terhadap AS dan Israel. Sebaliknya, justru membangkitkan perjuangan, persatuan, dan solidaritas rakyat untuk mendukung pemerintah Iran dan melawan agresi AS-Israel.

Baca Juga  Megawati Surati Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Ingatkan Semangat Anti-Imperialisme Bung Karno

“Kematian para pemimpin, justru menghidupkan perjuangan masyarakat Iran. Kematian para pemimpin, tak dapat dipahami sebagai kehilangan pemimpin. Kematian para pemimpin, justru menguatkan solidaritas, bukan melemahkannya,” sebutnya.

Namun di sisi lain, hal tersebut tidak dipahami dengan baik oleh AS maupun Israel. Tercatat sudah cukup banyak tokoh-tokoh Iran, terutama petinggi-petinggi militer, yang telah dieliminasi oleh AS dan Israel. Tetapi Iran tidak goyah, masih berdiri kokoh, dan terus melawan.

“Ini yang lagi-lagi gagal dipahami AS dan Israel. Mereka kira, kematian pemimpin Iran akan meruntuhkan sistem pemerintahan juga melemahkan daya dukung masyarakat,” sorotnya.

“Lagipula, dalam ideologi masyarakat Revolusi Islam Iran, kematian bukanlah hal yang harus ditakutkan. Apalagi membela bangsa, tanah air, dan agama,” imbuh Agiel, yang kini tengah menempuh studi di Ahlul Bayt University, Teheran.

Sebelumnya, Pemerintah Iran telah mengonfirmasi tewasnya Ali Larijani dan Komandan Pasukan Basij, Brigadir Jenderal Gholamreza Soleimani, pada Rabu (18/3/2026).

Meski begitu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memastikan bahwa mekanisme pergantian kepemimpinan di Iran berjalan cepat dan terstruktur. “Jika ada pejabat yang gugur, akan selalu ada pengganti,” ujarnya, dikutip dari PressTV.

Baca Juga  Dorong Solusi Damai Thailand – Kamboja, BKSAP: Tak Ada Persoalan yang Tak Bisa Diselesaikan Lewat Dialog

Tewasnya Ali Larijani yang dikenal sebagai tokoh berpengaruh di lingkar kekuasaan Teheran, disebut-sebut sejumlah analis menjadi salah satu kehilangan terbesar Iran sejak pecahnya perang melawan AS dan Israel.