MAKLUMAT — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN-P) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Kelompok 47 menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah bersama kader PKK Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Candiwatu tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat agar mampu memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang lebih bernilai guna sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan lilin aromaterapi, mulai dari penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga proses pencetakan. Selain memperoleh keterampilan baru, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan dan dapat dimanfaatkan kembali dalam kehidupan sehari-hari.
Minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang kerap dibuang ke saluran air. Padahal, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila dilakukan secara terus-menerus. Berangkat dari kondisi itu, tim KKN-P Umsida menghadirkan pelatihan yang menggabungkan edukasi dengan praktik langsung agar masyarakat lebih memahami cara pengelolaan limbah yang tepat.
Kepala Desa Candiwatu, Diah, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN-P Umsida Kelompok 47. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan wawasan baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan minyak jelantah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kegiatan ini sangat bernilai positif karena dapat menumbuhkan kreativitas warga dalam pemanfaatan limbah minyak jelantah yang sudah tidak terpakai. Menurut saya, kegiatan seperti ini juga penting karena hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai bentuk kreativitas di rumah,” ujarnya.
Selain mengajarkan keterampilan baru, pelatihan ini juga menjadi sarana meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah rumah tangga. Diah menilai kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi limbah yang dihasilkan setiap rumah tangga sekaligus membiasakan masyarakat mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Meski demikian, ia menilai lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah masih memerlukan penyempurnaan sebelum dapat dikembangkan sebagai produk usaha.
“Menurut saya, untuk saat ini mungkin belum bisa dikembangkan sebagai produk UMKM ataupun usaha rumahan karena hasilnya masih kurang maksimal,” tambahnya.
Ketua KKN-P Umsida Kelompok 47, Akira Putra, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan minyak jelantah. Ia menyebut masukan dari pemerintah desa akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan produk agar memiliki potensi pengembangan di masa mendatang.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga secara lebih bijak. Masukan dari Ibu Kepala Desa menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi agar produk yang dihasilkan semakin berkualitas,” tuturnya.***
* Penulis: Mega












