MAKLUMAT — Mahasiswa KKN Terpadu (KKN-T) Kelompok 22 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan atau medical check up (MCU) gratis di Balai Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus mendorong kepedulian sosial melalui donor darah, yang merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN-T Kelompok 22 Umsida, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sidoarjo, serta Puskesmas Tarik.
Ketua KKN-T Kelompok 22 Umsida, Nur Ahmad, mengatakan kegiatan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memeriksa kondisi kesehatannya sekaligus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan stok darah PMI.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya dan ikut membantu memenuhi kebutuhan stok darah PMI,” terangnya.
Selain donor darah, masyarakat juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Pemeriksaan yang diberikan meliputi tekanan darah, kadar glukosa darah, asam urat, dan kolesterol.
Dalam pelaksanaannya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Terpadu, Andika Aliviameita SST MSi, turut memberikan arahan dan pendampingan kepada mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pengukuran tinggi dan berat badan oleh petugas Puskesmas Tarik. Setelah itu, peserta menjalani pemeriksaan tekanan darah, glukosa, asam urat, kolesterol, serta pemeriksaan sebagai syarat donor darah.
“Peserta yang telah melakukan pemeriksaan dan memenuhi kriteria donor darah langsung menuju ruangan donor,” ujar Ahmad menjelaskan runtutan kegiatan.
Perwakilan PMI Kabupaten Sidoarjo, Cindy, mengungkapkan bahwa masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan tersebut.
Menurutnya, tingginya partisipasi warga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sekaligus berbagi dengan sesama. Ia juga menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, PMI, dan puskesmas mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu membantu menjaga ketersediaan stok darah sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan,” tuturnya.
Senada, bidan Puskesmas Tarik, Maya, menilai kegiatan tersebut mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan gratis dapat membantu masyarakat mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Ketua pelaksana kegiatan, Afro’ Tukhfa Nabila, berharap kegiatan donor darah dan layanan kesehatan gratis dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
“Semoga dengan kegiatan ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan memiliki kepedulian untuk berbagi melalui donor darah. Setetes darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan hidup bagi sesama yang membutuhkan,” ujar Nabila.
Salah seorang warga Dusun Ngasem, Rachmad Darmawan, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan stok darah, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih rutin memeriksakan kondisi kesehatannya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkala, setidaknya setiap tiga bulan sekali, agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga, panitia juga memberikan bingkisan kepada para peserta donor darah sebagai ucapan terima kasih atas kepedulian mereka dalam membantu sesama.***
*) Penulis: Eka














