MAKLUMAT — Menandai kepengurusan takmir baru di Masjid Muklisin Kemantren, Tulangan, Sidoarjo, menggelar kegiatan Ramadan 1447 H bertajuk “Mukhlisin Berbagi” pada Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang digelar pada sore hari jelang berbuka itu disebut sebagai bagian dari upaya memperluas kegiatan sosial di bulan suci Ramadan, dengan memberikan santunan kepada 28 anak yatim dan 82 janda duafa.
Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kemantren, Hadi Winarno, dalam sambutannya menegaskan bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat untuk salat, tetapi juga sebagai pusat dakwah bil hal dan kegiatan amaliah yang nyata.
“Masjid tidak hanya tempat untuk salat, tetapi juga tempat dakwah bil hal, aksi nyata, bukan hanya ucapan semata,” ujarnya.
Dalam rangkaiannya, kegiatan tersebut juga menghadirkan Ustaz Muttaqin yang memberikan tausiyah singkat. Ia menjelaskan tentang sedekah sebagai ibadah yang mulia. “Sedekah dapat menghapus dosa dan mensucikan harta kita. Keberkahan akan datang kepada mereka yang suka bersedekah,” sebutnya.
Sementara itu, Dewan Pembina Masjid Mukhlisin, H Imam Sugiri, mengungkapkan bahwa tahun ini mereka sengaja menambahkan kegiatan santunan sebagai bagian dari program Ramadan, melengkapi berbagai program lain yang telah berjalan, seperti berbuka dan sahur gratis, kegiatan anak-anak TPQ, Tahfiz Qur’an, hingga pengajian untuk meningkatkan keimanan.
Lebih jauh, Imam Sugiri menegaskan bahwa kepengurusan takmir Masjid Mukhlisin yang baru bakal berfokus pada kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan jamaah.
“Misalnya ada ibu-ibu yang ingin mengaji tetapi terkendala transportasi, maka dapat menghubungi pengurus takmir. Jika memungkinkan akan dijemput. Atau warga sekitar yang membutuhkan pengobatan, insya Allah, akan dibantu semaksimal mungkin.” tandasnya.
“Masjid adalah rumah Allah, sementara takmir adalah punggawa yang memakmurkan rumah Allah,” sambung Imam Sugiri.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Mukhlisin Kemantren, Bima Ady Kurniawan, mengajak masyarakat untuk bersama-sama meramaikan dan memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, hingga sosial. Masjid, kata dia, harus lebih dari sekadar tempat ibadah.
“Masjid sudah seharusnya menjadi wadah bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pusat komunitas,” katanya, sembari berharap supaya kegiatan tersebut dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat sekitar dan mengukuhkan peran masjid dalam kehidupan sosial.














