Muktamar Dihadiri 11.000 Peserta, Tapak Suci Beri Penghargaan Kepada Kapolri dan Wali Kota Semarang

Tapak Suci

MAKLUMAT – Muktamar ke-16 Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi dibuka di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/8). Ajang lima tahunan ini dihadiri kurang lebih 11.000 peserta dari seluruh Indonesia dan mancanegara. Dalam kesempatan tersebut, Tapak Suci turut memberikan penghargaan kehormatan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo, menyampaikan rencana penganugerahan anggota kehormatan kepada kedua tokoh tersebut. Selain itu, akan dilakukan pelantikan pendekar kehormatan kepada sejumlah tokoh yang selama ini mendukung kegiatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Sebagai bentuk penghargaan dan rasa terima kasih, Muktamar ke-16 Tapak Suci juga menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai telah memberikan dukungan terhadap perkembangan Tapak Suci.

Tapak Suci
Pembukaan Muktamar Tapak Suci berlangsung meriah di Simpang Lima Semarang, Sabtu (8/8/2026). Foto:Dok Pendekar Jamiatul Khoir

 

Nashir: Penghargaan Sejalan dengan Nilai Tapak Suci

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang membuka langsung Muktamar XVI tersebut, turut menyinggung pemberian anugerah kehormatan kepada Kapolri dan Wali Kota Semarang. Menurutnya, penghargaan itu dilandasi semangat yang sejalan dengan nilai-nilai yang dipegang Tapak Suci, khususnya dalam membela bangsa dan negara serta memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Ia menilai keduanya memiliki semangat yang sama dalam membela rakyat Indonesia, menjunjung tinggi kebenaran, serta memberikan perlindungan kepada kelompok yang lemah.

Selain itu, Haedar melihat adanya kesamaan dalam komitmen terhadap konstitusi dan aturan yang berlaku. Dalam Ikrar Tapak Suci, kata dia, terdapat komitmen untuk membela dan menjunjung tinggi konstitusi serta peraturan yang berlaku.

Baca Juga  Ma'mun Murod Ungkap Problem Politik Muhammadiyah

“Dalam Ikrar Tapak Suci tercantum pembelaan terhadap konstitusi dan aturan yang berlaku. Hal ini sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Polri,” terangnya.

Atas dasar itu, Haedar menyebut Kapolri layak mendapatkan anugerah sebagai pendekar kehormatan Tapak Suci. Menurutnya, penghargaan tersebut sekaligus membuka ruang sinergi yang lebih luas antara Tapak Suci, Muhammadiyah, dan institusi negara.

Haedar menambahkan, pemberian anugerah kehormatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan Tapak Suci terhadap upaya penegakan hukum dan konstitusi di Indonesia.

“Ini merupakan bentuk dukungan Tapak Suci terhadap penegakan hukum dan konstitusi di Indonesia, terutama dalam membela dan melindungi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Tapak Suci Ortom Paling Inklusif

Di luar soal penghargaan, Haedar juga berharap Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) terus memperluas perannya di tengah masyarakat, termasuk menjangkau berbagai segmen sosial lintas negara dan agama. Peran tersebut dinilai penting untuk memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam membangun kehidupan kebangsaan dan kemanusiaan.

Menurut Haedar, Tapak Suci merupakan salah satu organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah yang memiliki karakter inklusif sehingga terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Tapak Suci ini adalah ortom yang paling inklusif, sehingga diharapkan dapat merangkul seluruh elemen masyarakat. Baik perempuan maupun laki-laki, tua maupun muda, semua bisa menjadi anggota Tapak Suci,” ujarnya.

Baca Juga  RSU dr. Moedjito Jombang Resmi Milik Muhammadiyah, Nama Masih Dipertahankan Hingga 2027

Haedar menegaskan, sebagai bagian dari organisasi otonom Muhammadiyah, TSPM perlu terus memegang teguh nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak dalam menjalankan perannya bagi kemajuan umat dan bangsa.

“Karena semangat iman, takwa, dan akhlak yang dibawa Tapak Suci akan menjadi pilar kekuatan bangsa yang jiwa dan raganya kokoh,” ungkapnya.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui pembinaan rohani dan jasmani yang dilakukan melalui pendidikan bela diri Tapak Suci. Pembinaan tersebut diharapkan mampu membentuk pribadi yang memiliki jiwa kesatria.

“Jiwa kesatria yang dimaksud adalah jiwa kenegarawanan yang mampu membela kebenaran tanpa mengenal perbedaan, selalu menebar kebaikan, dan menjadi kekuatan yang dapat bersinergi dengan pemerintah untuk membela negara,” jelas Haedar.

Komitmen Menjadi Perguruan Modern Tanpa Tinggalkan Nilai Luhur

Sementara itu, Afnan Hadikusumo dalam sambutannya menegaskan komitmen Tapak Suci untuk terus berkembang menjadi perguruan pencak silat yang mandiri, modern, profesional, dan mendunia, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi perjuangan organisasi.

“Tapak Suci Putera Muhammadiyah merupakan bagian penting dari perjalanan dakwah dan Muhammadiyah dalam membangun manusia yang beriman, berakhlak, sehat, disiplin dan berprestasi,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah, Tapak Suci tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan olahraga bela diri, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pengembangan jiwa persaudaraan dan kemanusiaan.

Saat ini, Tapak Suci telah berkembang di 36 provinsi di Indonesia dan hadir di 24 negara. Meski demikian, Afnan menegaskan bahwa modernisasi organisasi tidak boleh menghilangkan identitas dan nilai-nilai dasar Tapak Suci.

Baca Juga  Mengapa PP Aisyiyah Belajar Penanganan Limbah B3? Ternyata Ini Alasannya

“Namun modernisasi itu tetap kita bingkai dengan nilai luhur Tapak Suci yaitu iman, akhlak, ilmu, persaudaraan dan filosofi perjuangan harus tetap dijadikan sebagai fondasi utama,” tegasnya.

Perkuat Pembinaan Atlet dan Bangun Padepokan Modern

Di bidang prestasi, Afnan menyebut Tapak Suci telah memberikan kontribusi bagi bangsa melalui para atlet yang berhasil meraih prestasi dalam berbagai kejuaraan, baik tingkat nasional maupun internasional. Untuk terus meningkatkan kualitas atlet, PP Tapak Suci berkomitmen memperkuat sistem pembinaan melalui pendekatan ilmiah berbasis sport science, mencakup pembinaan teknik, fisik, mental, nutrisi, serta evaluasi performa.

Sebagai bagian dari penguatan sarana pembinaan, Tapak Suci saat ini tengah membangun padepokan modern di Umbulharjo, Yogyakarta, di atas lahan seluas 4.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 1.200 meter persegi yang terdiri atas tiga lantai. Padepokan tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung modern untuk menunjang pembinaan atlet, kader, pendekar, serta pengembangan organisasi.

Afnan berharap dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak dapat terus diperkuat sehingga Tapak Suci mampu menjalankan amanah organisasi secara lebih baik. “Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah,” pungkas Afnan.***