Papua Digenjot Rp5 Triliun, Pemerintah Pacu Lumbung Pangan Nasional

lumbung pangan

MAKLUMATPapua digenjot dengan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk mempercepat pembangunan lumbung pangan nasional sekaligus memperkuat target swasembada pangan pemerintah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan komitmen pemerintah tersebut melalui pengalokasian anggaran bertahap yang difokuskan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Tanah Papua.

Amran mengungkapkan pemerintah telah menggelontorkan anggaran Rp2 triliun pada 2025 dan menambah Rp3,2 triliun pada 2026. Dengan demikian, total dana yang dialokasikan untuk pengembangan lumbung pangan di Papua mencapai sekitar Rp5 triliun.

“Pemerintah ingin memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi sekaligus menjaga harga pangan tetap terjangkau,” kata Amran dikutip, Jumat malam (12/6/2026).

Program lumbung pangan tersebut, lanjut dia, tidak hanya berfokus pada pengembangan padi. Pemerintah juga membuka ruang bagi komoditas unggulan lain yang sesuai dengan karakteristik wilayah Papua. Mulai dari jagung, kopi, kakao, pala, sagu, ubi jalar hingga singkong masuk dalam daftar komoditas yang akan dikembangkan.

“Pemerintah telah menyerap aspirasi Masyarakat, dan pemerintah daerah untuk menentukan arah pembangunan pertanian yang lebih tepat sasaran,” katanya.

Amran menyebut dukungan masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Bahkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan meminta perluasan cetak sawah serta pengembangan lahan jagung guna meningkatkan kapasitas produksi pangan daerah.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Ungkap Pemerintah Alokasikan Rp144,6 Triliun untuk Ketahanan Pangan Tahun Ini

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti traktor, pembangunan irigasi, hingga pembukaan lahan pertanian baru. Sebagian besar usulan daerah, kata Amran, telah dipenuhi oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, keberhasilan program lumbung pangan di Papua akan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan meningkatnya kebutuhan pangan dalam negeri.

Langkah pemerintah mengalokasikan Rp5 triliun untuk Papua menunjukkan adanya pergeseran strategi pembangunan pangan nasional ke kawasan timur Indonesia. Papua memiliki ketersediaan lahan yang luas dan relatif belum teroptimalkan untuk sektor pertanian skala besar.

Namun tantangan terbesar bukan hanya soal anggaran, melainkan keberlanjutan infrastruktur, kesiapan SDM, irigasi, akses distribusi, serta keterlibatan masyarakat lokal. Jika seluruh aspek tersebut berjalan beriringan, Papua berpeluang menjadi salah satu pusat produksi pangan baru yang menopang ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang.