MAKLUMAT — Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Jakarta Selatan mendorong penguatan kemampuan jurnalistik kader muda melalui pelatihan bertajuk “Pena Pertama dan Seni Mengemas Cerita”, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bagi kader dan peserta untuk mengenal dasar-dasar jurnalistik, mulai dari mencari dan mengolah informasi, menentukan sudut pandang pemberitaan, hingga mengemas sebuah peristiwa menjadi tulisan yang menarik dan bernilai bagi pembaca.
Pelatihan turut dihadiri Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Jakarta Selatan, Dr Tjahyo Suprajogo MSi, serta menghadirkan Sindi Nur Diansyah MPd sebagai pemantik materi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai bentuk penulisan jurnalistik, termasuk hard news dan soft news. Peserta juga diajak memahami pentingnya menentukan angle atau sudut pandang sebelum sebuah tulisan diproduksi.
Selain membahas teori, pelatihan menekankan cara mengolah informasi menjadi cerita yang memiliki nilai berita, mudah dipahami pembaca, serta tetap berpijak pada fakta.
PDNA Jakarta Selatan memandang kemampuan literasi media semakin penting di tengah derasnya arus informasi. Kader muda tidak hanya dituntut menjadi konsumen informasi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan memproduksi informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan tersebut, PDNA Jakarta Selatan berupaya menjadikan kemampuan menulis sebagai salah satu bagian dari proses kaderisasi dan gerakan literasi. Kegiatan ini juga diharapkan membuka ruang bagi lahirnya jurnalis muda yang mampu merekam berbagai dinamika sosial di lingkungan sekitarnya.
“Pena Pertama dan Seni Mengemas Cerita” diharapkan menjadi langkah awal PDNA Jakarta Selatan dalam membangun budaya menulis di kalangan kader. Peserta diajak belajar membaca peristiwa, menentukan angle, hingga mengolahnya menjadi sebuah cerita dengan gaya dan sudut pandang jurnalistik masing-masing.
PDNA Jakarta Selatan berharap, pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi dapat menjadi awal terbentuknya ekosistem literasi media yang lebih aktif di lingkungan organisasi.
“Dari pena pertama, lahir cerita. Dari cerita, lahir pengetahuan dan perubahan,” tandasnya.***













