Pelantikan IMM UB 2026-2027: Koorkom Gagas Kweekschool sebagai Wadah Pengembangan Akademik Kader

Pelantikan IMM UB 2026-2027. (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Kepengurusan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Brawijaya (UB) periode 2026-2027 resmi dilantik, dalam prosesi yang dilaksanakan di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Sabtu (31/10/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan sekaligus peneguhan arah gerak organisasi dalam menghadapi tantangan kaderisasi dan dinamika mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam kepengurusan baru tersebut, M. Alvin Surya Ramadlan mengemban amanah sebagai Koordinator Komisariat (Koorkom) IMM Universitas Brawijaya. Ia memperkenalkan salah satu gagasan program kerja berupa Kweekschool, yang dirancang untuk mendukung pengembangan akademik kader, termasuk pendampingan bagi mahasiswa yang ingin menyelesaikan studi lebih cepat maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ia menjelaskan, Kweekschool direncanakan mencakup pendampingan akademik, pencarian informasi beasiswa, hingga bimbingan persiapan studi lanjut. Melalui program tersebut, IMM UB berupaya memperluas peran organisasi dalam mendukung kebutuhan kader, tidak hanya melalui kegiatan diskusi dan kaderisasi, tetapi juga pendampingan akademik secara konkret.

Dalam sambutannya, Alvin turut menyinggung fenomena yang disebutnya sebagai FOMO baik, yakni dorongan kader untuk menyelesaikan pendidikan lebih cepat, bukan sekadar lulus tepat waktu.

“Sekarang ini kader-kader kita mulai terinfeksi FOMO baik. Bukan hanya ingin lulus tepat waktu, tetapi juga ingin lulus dengan cepat. Kami dari Koorkom tentu akan sangat senang apabila dapat mewadahi kader-kader yang memiliki keinginan dan semangat seperti itu,” ujarnya.

Baca Juga  Ketum DPP IMM Minta Capres-Cawapres Bicara Kebijakan Ekonomi untuk Anak Muda

Menurut Alvin, dorongan tersebut merupakan potensi yang perlu mendapatkan ruang dan dukungan agar dapat diarahkan menjadi pencapaian akademik yang terencana.

Gagasan tersebut mendapat respons dari salah seorang kader yang baru dilantik, Ihsas Yusril H, yang menilai Kweekschool relevan dengan kebutuhan mahasiswa, khususnya kader yang ingin mengembangkan kapasitas akademik sekaligus mempersiapkan pendidikan lanjutan setelah menyelesaikan studi sarjana.

Ia berharap program tersebut benar-benar dapat direalisasikan.

“Menurut saya, Kweekschool merupakan gagasan yang menarik karena selama ini kebutuhan akademik kader terkadang harus diupayakan secara mandiri. Dengan adanya wadah seperti ini, kader memiliki ruang untuk saling mendukung, berbagi informasi beasiswa, serta memperoleh bimbingan bagi yang ingin melanjutkan pendidikan,” katanya.

“Harapannya, program ini tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi benar-benar dapat direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh kader,” sambung Yusril.

Dalam kepengurusannya Koorkom IMM UB 2026-2027 mengusung tema “Tajdid Gerakan Ikatan: Meneguhkan Kepemimpinan Transformatif dan Adaptif,” yang menjadi landasan dalam merumuskan gerakan organisasi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ikatan.

Sejumlah tokoh Muhammadiyah setempat turut hadir dalam pelantikan tersebut, di antaranya H Mulyani SP yang mewakili PCM Lowokwaru, tampak juga perwakilan PCA dan PCNA Lowokwaru, Fokal IMM UB, serta jajaran Pimpinan Cabang (PC) IMM Malang Raya.

Baca Juga  Fokal IMM Jawa Timur Resmi Dikukuhkan, Siap Menjadi Pilar Intelektual dan Moral Bangsa

Kegiatan ditutup dengan talkshow yang menghadirkan ketua umum dari masing-masing komisariat di lingkungan IMM Universitas Brawijaya. Forum tersebut menjadi ruang diskusi untuk membahas kondisi organisasi, tantangan kaderisasi, serta pengembangan gerakan IMM di tingkat komisariat.

IMM UB diharapkan mampu menghadirkan pembaruan yang tidak hanya bersifat organisatoris, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan kapasitas kader.***