MAKLUMAT – Pembekuan darah di dalam pembuluh vena atau yang dikenal sebagai Deep Vein Thrombosis (DVT) bukan sekadar gangguan biasa. Kondisi ini bisa muncul tanpa gejala yang jelas, namun berpotensi memicu komplikasi serius jika dibiarkan.
Dilansir dari Chanel Muslim, DVT umumnya terjadi di pembuluh darah vena bagian dalam, terutama di kaki. Banyak orang menganggapnya hanya pegal atau kelelahan biasa, padahal kondisi ini bisa berkembang menjadi ancaman bagi keselamatan.
Penyebab yang Sering Tak Disadari
Pembekuan darah terjadi karena tiga faktor utama. Pertama, aliran darah yang melambat, misalnya akibat terlalu lama duduk atau kurang bergerak. Kedua, kerusakan pada pembuluh darah. Ketiga, kondisi darah yang lebih mudah menggumpal.
Kombinasi faktor ini sering terjadi tanpa disadari, baik pada orang yang terlalu aktif maupun yang minim aktivitas.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Tubuh sebenarnya memberi tanda ketika terjadi DVT, di antaranya:
-Nyeri terus-menerus pada kaki atau tangan
-Pembengkakan pada satu sisi tubuh
-Sensasi kesemutan
-Perubahan warna kulit menjadi kemerahan, kebiruan, atau pucat
-Gejala ini kerap diabaikan karena dianggap ringan, padahal bisa menjadi sinyal adanya sumbatan di pembuluh darah.
Penanganan Harus Cepat
Jika terdeteksi lebih awal, DVT dapat ditangani dengan obat antikoagulan untuk mencegah pembekuan semakin besar dan membantu melarutkannya secara bertahap.
Namun pada kondisi yang lebih serius, tindakan medis seperti trombektomi diperlukan untuk mengangkat bekuan darah. Prosedur ini kini bisa dilakukan dengan teknologi minim sayatan, meski tetap memiliki risiko.
Risiko Jika Diabaikan
Pembekuan darah yang tidak ditangani dapat berpindah ke organ lain, seperti paru-paru, dan menyebabkan komplikasi serius yang mengancam nyawa.
DVT menjadi contoh nyata bagaimana penyakit serius sering muncul dengan gejala yang tampak ringan. Pola hidup modern—kurang gerak atau justru aktivitas berlebihan—ikut memperbesar risiko.
Kesadaran mengenali gejala sejak dini menjadi kunci utama. Jangan menunggu kondisi memburuk untuk bertindak, karena dalam kasus pembekuan darah, keterlambatan bisa berakibat fatal.














