Perubahan Dimulai Kelompok Muda, Eri Cahyadi: IMM Harus Lahirkan Kepemimpinan yang Berpihak pada Umat

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Musycab XXXVI IMM Kota Surabaya di At-Tauhid Tower Umsura, Sabtu (24/11/2026). (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, berharap agar kaderisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mampu melahirkan sosok-sosok pemimpin masa depan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan umat dan membawa kemajuan bagi bangsa.

Hal itu ia sampaikan ketika memberikan sambutan dalam Pembukaan Musyawarah Cabang (Musycab) XXXVI IMM Kota Surabaya di At-Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (24/1/2026).

Menurut Eri Cahyadi, IMM berperan penting sebagai kekuatan perubahan sosial. Sebab, kata dia, seluruh perubahan besar dalam sejarah peradaban dunia selalu lahir dari keberanian dan gerakan kelompok anak muda.

“Tidak akan pernah ada Proklamasi Kemerdekaan tanpa peristiwa Rengasdengklok. Semua perubahan besar itu dimulai oleh pemuda,” tegasnya.

Pemimpin yang Berpihak pada Kepentingan Umat

Lebih lanjut, Eri berharap agar forum Musycab IMM Kota Surabaya tersebut mampu melahirkan kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan umat dan masyarakat luas. “Saya berharap Musycab ini melahirkan kepemimpinan IMM yang benar-benar berpihak pada kepentingan umat, bukan kepentingan pribadi atau golongan,” tandasnya.

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu menilai, IMM memiliki modal sosial dan moral yang kuat berupa iman, akhlak, serta kecakapan. Ia berharap, kader-kader IMM mengabdikan diri untuk bersama-sama membangun Kota Pahlawan.

Baca Juga  Surabaya Vaganza Masuk KEN 2026, Eri Cahyadi Sebut Okupansi Hotel dan UMKM Ikut Naik

“Kader IMM mungkin berasal dari berbagai daerah, tetapi ketika kaki sudah berpijak di Surabaya, maka Surabaya harus menjadi medan pengabdian,” katanya.

Anak Muda sebagai Motor Perubahan

Tak cuma itu, dalam kesempatan tersebut Eri Cahyadi juga mendorong IMM untuk terjun langsung ke masyarakat melalui kerja-kerja nyata, mulai dari mengawal bantuan sosial agar tepat sasaran, mendidik generasi muda agar memiliki iman dan akhlak, hingga membangun kecakapan anak-anak muda Surabaya.

“Saya bermimpi, setiap program pembinaan pemuda di Surabaya digerakkan oleh anak-anak muda. Bukan pejabat yang turun, tetapi Mas Erfanda (Ketua Umum PC IMM Kota Surabaya), teman-teman Cipayung Plus, (termasuk) IMM, dan organisasi kepemudaan lain yang bergerak bersama,” ungkapnya.

Selain itu, Eri juga mengajak anak-anak muda agar tidak menjauhi apalagi bersikap apatis terhadap politik, tetapi harus menjadikannya sebagai alat perjuangan sosial.

“Anak muda jangan alergi terhadap politik. Turunlah, ubahlah politik. Politik harus menjadi alat perjuangan untuk kemaslahatan umum,” tandas Wali Kota Surabaya dua periode itu.

“Surabaya butuh orang-orang yang mau berbagi, mau gotong royong, punya iman, akhlak, dan kecakapan. Kalian semua adalah calon-calon pemimpin itu,” lanjut Eri.

Baca Juga  IMM Dorong Integritas dan Transparansi dalam Pemerintahan Terkait Kasus Suap Wamenkumham

Ia lantas “menantang” kader-kader IMM Kota Surabaya untuk membuktikan diri sebagai motor perubahan sosial. “Siapa pun yang terpilih nanti, saya tunggu pembuktiannya. Buktikan bahwa IMM Kota Surabaya mampu menjadi motor perubahan,” pungkas Eri.

Teladan Kepemimpinan Usamah bin Zaid

Sebelumnya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr M Ridlwan MPd, menegaskan pentingnya kepemimpinan berbasis iman, akhlak, dan kecakapan bagi IMM.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak para kader IMM untuk meneladani kepemimpinan Usamah bin Zaid, sosok muda yang ditunjuk langsung oleh Rasulullah Muhammad Saw sebagai panglima perang melawan Romawi pada usia 18 tahun, yang menurutnya membuktikan bahwa Islam memberikan ruang besar bagi kepemimpinan anak muda, selama memiliki kualitas personal yang kuat.

Menurut Ridlwan, terdapat setidaknya tiga hal utama yang menjadi dasar Rasulullah Saw menunjuk Usamah bin Zaid sebagai pemimpin, yakni keimanan, akhlak, dan kecakapan.

“Tidak tanggung-tanggung lawannya Romawi. Tapi dengan iman, akhlak, dan kecakapan, umat Islam bisa menang,” tandasnya.

Sebab itu, ia berpesan bahwa siapa pun sosok yang nantinya terpilih sebagai nahkoda baru PC IMM Surabaya melalui forum Musycab tersebut, agar kepemimpinan IMM yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga matang secara moral dan kompeten dalam kapasitas kepemimpinan.

Baca Juga  Jadi Ketua APEKSI 2025-2030, Eri Cahyadi Pesankan Bebas Sampah hingga Sistem Satu Data

“PDM berharap, siapa pun yang terpilih nanti adalah kader yang memiliki iman yang kuat, akhlak yang baik, dan kecakapan yang cukup untuk memimpin IMM Kota Surabaya,” pungkas Ridlwan.