MAKLUMAT — Presiden Prabowo Subianto reshuffle kabinet. Sebanyak enam pejabat negara baru dilantik di Istana Negara, Senin (27/4) sore, guna mengisi sejumlah pos strategis pemerintahan.
Dalam pelantikan itu, Prabowo menunjuk Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Presiden juga mengangkat Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Pada saat yang sama, Prabowo menggeser Hanif Faisol Nurofiq dari kursi Menteri Lingkungan Hidup ke posisi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Perubahan komposisi kabinet ini menandai fokus pemerintah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama pada agenda ketahanan pangan nasional, komunikasi publik, pengelolaan lingkungan hidup, dan pengawasan biosekuriti pangan.
Hanif membawa modal pengalaman teknokratis yang kuat ke sektor pangan. Selama memimpin Kementerian Lingkungan Hidup, ia mendorong pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), memperkuat pengelolaan sampah mandiri, serta menekan praktik tempat pembuangan akhir (TPA) open dumping.
Pengalaman itu dinilai relevan dengan sektor pangan yang sangat bergantung pada tata kelola lahan, stabilitas iklim, dan keberlanjutan produksi nasional.
Penguatan Komunikasi dan Karantina
Selain merombak pos pangan dan lingkungan, Prabowo juga menempatkan Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Pemerintah menugaskan Qodari untuk memperkuat komunikasi kebijakan agar lebih cepat, terarah, dan efektif di tengah derasnya arus informasi digital.
Prabowo juga menunjuk Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi untuk menopang strategi komunikasi pemerintah di level tertinggi.
Di sektor pengawasan pangan, Presiden melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia. Ia akan memimpin pengawasan keamanan hayati komoditas pertanian, peternakan, dan pangan nasional dari ancaman penyakit, hama, serta gangguan biosekuriti.***













