Reses Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni di Bojonegoro dan Tuban, Warga Banyak Sambat Infrastruktur hingga Pertanian

reses

MAKLUMAT – Wakil Ketua DPRD Jatim, Sri Wahyuni, menyerap beragam aspirasi masyarakat dalam rangkaian kegiatan reses di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Persoalan infrastruktur, pertanian, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat menjadi isu yang paling banyak disampaikan warga.

Dalam reses yang digelar di sejumlah desa, masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dapat memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan yang mendukung peningkatan kesejahteraan dan pelayanan publik.

Di Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Bojonegoro, warga mengusulkan bantuan bibit lele bagi kelompok perempuan, penanganan luapan air Kali Pacal yang kerap memicu banjir, pembangunan penampungan air untuk kebutuhan pertanian, kelanjutan pembangunan drainase di tepi jalan provinsi, hingga penambahan insentif kader Posyandu serta bantuan pembangunan lapangan voli.

Sementara di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, warga meminta penambahan Alsinta Combine (alat dan mesin pertanian modern yang berfungsi untuk memanen padi secara efisien dalam satu proses sekaligus, mulai dari memotong, merontokkan, hingga membersihkan gabah). Warga juga meminta pembangunan akses jalan tembus menuju Kalirejo, pembangunan saluran irigasi untuk lahan pertanian, serta pembangunan jalan lingkungan dan pemasangan tiang listrik di kawasan permukiman.

Aspirasi serupa juga disampaikan masyarakat Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem. Warga mengusulkan renovasi kantor balai desa, pembangunan saluran irigasi dari Bengawan, renovasi TK Aisyiyah, pembangunan gedung PAUD, hingga bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat kurang mampu, khususnya janda dan duda.

Baca Juga  Puguh Pamungkas Warning Bus Trans Jatim di Malang Tidak Korbankan Sopir Angkot

Di Kecamatan Sukosewu, masyarakat menyoroti perlunya peningkatan anggaran kegiatan PKK, renovasi gedung PKK dan TK PKK, pembangunan jaringan pengairan pertanian dari Sungai Pacal, penambahan alokasi pupuk, serta perbaikan jalan lingkungan desa.

Sedangkan di Desa Lengkong, Kecamatan Balen, aspirasi yang disampaikan meliputi bantuan Alsinta bagi kelompok tani, pembangunan tembok penahan tanah di lahan wakaf sekitar Masjid At-Taqwa, serta bantuan penyelesaian pembangunan masjid.

Hari ini, Kamis (30/7/2026), reses juga dilaksanakan di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Dalam pertemuan tersebut, Sholihin menyampaikan harapan agar program pembangunan jalan desa yang sempat terhenti dapat kembali dilanjutkan demi meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Dwi mengusulkan perbaikan saluran drainase di RT 4 RW 3 karena aliran air tidak lancar akibat kondisi selokan yang sudah tidak berfungsi optimal. Di sektor pertanian, Ali Nukman meminta agar Sungai Kening dibangun bendungan atau sekatan air sehingga distribusi air irigasi dapat menjangkau seluruh lahan pertanian dan dimanfaatkan secara merata oleh para petani.

Sri Wahyuni mengatakan seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, kegiatan reses merupakan sarana penting bagi anggota legislatif untuk mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat di daerah.

Baca Juga  Muhammadiyah Perlu Fasilitasi Kader untuk Berjuang di Politik

“Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami inventarisasi dan kami perjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD Jawa Timur. Mana yang menjadi kewenangan provinsi akan kami dorong agar dapat direalisasikan sesuai skala prioritas, sedangkan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat akan kami koordinasikan dengan pihak terkait,” ujarnya.

Ia menegaskan, mayoritas usulan warga masih berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dasar, penguatan sektor pertanian, peningkatan kualitas pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, sektor-sektor tersebut memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin hasil reses benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu setiap aspirasi akan kami kawal agar tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat diwujudkan melalui program pembangunan yang tepat sasaran,” pungkasnya.