MAKLUMAT — Direktorat Al Islam dan Kemuhammadiyahan (DAIK) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan Koordinator Komisariat (Korkom) IMM Umsida bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jabon melaksanakan program Dakwah Terpadu, yang dipusatkan di Masjid At-Thohir, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.
Program bertajuk “Mewujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya” tersebut berlangsung sejak selama dua hari sejak Hari Arafah 9 Zulhijah 1447 Hijriah pada Selasa (26/5/2026), hingga Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah Rabu (27/5/2026), dengan melibatkan puluhan mahasiswa IMM Umsida, warga Muhammadiyah, dan masyarakat sekitar.
Ketua Korkom IMM Umsida, Muhammad Ghulam Saifullah menjelaskan bahwa Dakwah Terpadu merupakan agenda tahunan yang secara konsisten dijalankan DAIK dan IMM sebagai bentuk syiar Muhammadiyah di tengah masyarakat.
“kegiatan ini memang sesuai dengan tujuan organisasi, yaitu ingin mensyiarkan Muhammadiyah supaya lebih luas lagi. Makanya kenapa dakwah terpadu ini pasti mencari desa-desa yang cukup sulit dijangkau, dan Jabon ini juga termasuk di ujung Sidoarjo dan di tepi Lumpur Lapindo juga,” ujarnya.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam itu menyebut, program Dakwah Terpadu bukan sekadar agenda sosial keagamaan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk membangun kepedulian sosial dan tanggung jawab moral sebagai kader Muhammadiyah.
Menurutnya, mahasiswa dilatih membangun bonding, manajemen organisasi, hingga kemampuan hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kalau misalnya ada kegiatan seperti ini, ini tanggung jawab moral kita. Hari raya memang pengennya pulang, tapi dengan adanya dakwah terpadu ini kita benar-benar dilatih menjadi mahasiswa ataupun imawan dan imawati yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan Dakwah Terpadu tahun ini melibatkan cabang IMM, Korkom IMM Umsida, serta sembilan komisariat IMM di lingkungan Umsida yang masing-masing mengirimkan lima delegasi.
Berbagai rangkaian kegiatan turut digelar, mulai dari lomba anak-anak TK dan PAUD, kajian bersama di Masjid At-Thohir, takbir bersama, hingga pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban.
Ketua PCM Jabon, Misari SPd, menyambut positif kolaborasi Dakwah Terpadu yang digelar di wilayahnya. Ia mengaku bersyukur atas kehadiran mahasiswa IMM Umsida di Jabon.
“Alhamdulillah senang sekali saya. Kehadiran teman-teman IMM ini membuat kami bersyukur bisa menghormati tamu-tamu Allah,” ucapnya.
Dalam pelaksanaan Iduladha, PCM Jabon turut melibatkan guru TK dan PAUD dari PCA, pengurus ranting Muhammadiyah, hingga warga sekitar untuk membantu kenyamanan dan keamanan peserta.
Pada Iduladha tahun ini, PCM Jabon menyiapkan tiga ekor sapi dan sepuluh kambing untuk kurban, yang nantinya akan didistribusikan kepada 13 ranting Muhammadiyah di wilayah Kecamatan Jabon.
“Semoga kegiatan ini bisa istikamah untuk IMM, walaupun nanti bergilir ke tempat-tempat lain,” harapnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang AIK DAIK Umsida, Dr Puspita Handayani SAg MPdI menjelaskan bahwa setiap pelaksanaan Dakwah Terpadu memiliki karakteristik berbeda sesuai kondisi cabang Muhammadiyah yang menjadi lokasi kegiatan.
Ia menyebut PCM Jabon dipilih karena menjadi salah satu cabang dengan jumlah anggota Muhammadiyah yang relatif kecil sehingga membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
“Diharapkan nanti setelah dakwah terpadu ini tidak hanya berhenti saat Iduladha, tapi bisa berlanjut di pembinaan-pembinaan ranting atau cabang Muhammadiyah yang ada di sana,” jelasnya.
Selain dakwah dan penyembelihan kurban, DAIK Umsida juga menjalin kerja sama berbasis AIK melalui MoA yang diarahkan pada penguatan penelitian dan pengabdian masyarakat.
Menurutnya, pemilihan lokasi Dakwah Terpadu dilakukan melalui berbagai pertimbangan, salah satunya melihat cabang Muhammadiyah yang masih membutuhkan penguatan dan pendampingan.
Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi DAIK bersama IMM menjadi langkah awal untuk merangkul organisasi otonom Muhammadiyah lainnya di lingkungan Umsida.
“Sebenarnya kita ingin merangkul semuanya, tapi masih berproses. Tahun depan mungkin bisa mengajak bersama ortom lain seperti Tapak Suci ataupun HW,” pungkas Puspita.












